01 September 2019

Berita Golkar - Dyah Roro Esti adalah salah satu caleg muda terpilih yang bakal menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Sebagai peraih gelar master studi lingkungan dari Inggris, Esti ingin membuat perubahan mulai dari ruang rapat DPR.

"Saya ingin sekali cari cara agar kantor DPR RI tidak lagi menyediakan air minum kemasan plastik di setiap rapat DPR, seperti yang sudah diterapkan di KLHK. Semoga segera terealisasikan," kata Esti kepada wartawan, Minggu (1/9/2019).

Esti adalah caleg dari Partai Golkar Dapil Jawa Timur X. Putri politikus Golkar, Satya Widya Yudha, ini lahir pada 5 Mei 1993 dan kini berusia 26 tahun. Dia telah menempuh pendidikan sarjana di University of Manchester Jurusan Ekonomi dan Sosiologi serta S2 di Imperial College London Jurusan Kebijakan Lingkungan berkat beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan.

Indonesia, sorotnya, adalah negara pencemar plastik terbesar ke-2 di dunia. Perlu terobosan besar untuk menyelesaikan masalah ini.

"Misalnya UU untuk melarang kantong plastik sekali pakai (yang sudah diterapkan di beberapa kota, seperti Bali, Bogor, Banjarmasin, untuk mengurangi sampah plastik 'straight from the source (langsung dari sumbernya)'. Atau paling tidak mendorong agar cukai plastik diterapkan di Indonesia sebagai langkah awal. Banyak contoh dari Uni Eropa, Selandia Baru, dan lainnya yang bisa kita jadikan contoh," kata Esti.

Dia berharap bisa duduk di Komisi VII (energi, bidang lingkungan hidup) atau Komisi IV (kehutanan, maritim). Dia ingin menggagas undang-undang mengenai energi baru terbarukan (EBT). Esti hendak menyukseskan agar penggunaan EBT mencapai 23% pada 2025, sebagaimana target pemerintah.

"Saya ingin negara kita tidak terlalu dimanjakan dengan energi konvensional (minyak dan gas) dan tergerak untuk mencari potensi dalam mengembangkan EBT di setiap wilayah," kata Esti.

Bicara soal anak muda yang menjadi wakil rakyat, dia mengajak semua pihak tak meragukan kemampuan generasi milenial seperti dirinya. Justru anak muda punya keunggulan.

"Kita kritis dan bahkan dapat memikir 'outside of the box'. Yang paling penting lagi dalam merancang kebijakan, kita tidak akan hanya memikirkan lima tahun ke depan, tetapi 20 hingga 50 tahun ke depan demi menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi yang akan datang," tutur Esti. [detik]

fokus berita : #Dyah Roro Esti


Kategori Berita Golkar Lainnya