04 September 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Akbar Tandjung, menganggap Airlangga Hartarto selaku ketua umum berhasil mempertahankan posisi partai di parlemen. Namun, dia mengaku prihatin lantaran perolehan suara menurun pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Baca Juga: Akbar Tandjung Sepakat MPR Tak Usah Lagi Jadi Lembaga Tertinggi Negara

“Waktu zaman saya 128 (kursi), kemudian berikutnya 106, berikutnya 91, sekarang 85. Tapi masih untungnya, masih syukurnya Golkar masih tetap melenggang. Itu saja yang membuat kita bersyukur,” kata Akbar di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

Dia merasa terpanggil untuk menyarankan DPD tingkat I untuk lebih merakyat saat melihat survei menempatkan Golkar di bawah partai lain. Akbar menyarankan hal itu dengan mengirim surat ke semua pengurus DPD tingkat I.

“Datang ke daerah-daerah saudara bersama-sama dengan saudara, kita berjuang untuk menaikkan perolehan suara Partai Golkar, setidak-tidaknya tetap 2 besar’,” ucap Akbar mengutip surat yang telah kirimkan.

Dia mengatakan, Airlangga sudah cukup berhasil menjaga Golkar tetap 2 besar. Dia juga menyebut Airlangga telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk mendongkrak suara pada Pileg 2019 lalu.

Dia juga mengapresiasi dukungan DPD-DPD yang telah meminta Airlangga agar tetap menjadi ketua umum pada periode berikutnya. Menurut dia dukungan seperti itu harus dihormati.

“Misalnya secara spontan ada DPD-DPD yang sudah memberikan dukungan kepada seseorang tokoh Golkar untuk menjadi calon ketua umum, itu juga harus kita hormati,” kata dia.

Hal sama juga berlaku pada Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga akan maju sebagai caketum Golkar. Dia mengatakan, dukungan-dukungan berbeda dari DPD merupakan dinamika dalam partai.

“Tapi semuanya tentu harus nanti steering committee-nya yang meluruskan (aturannya),” kata dia. [indonesiainside]

fokus berita : #Akbar Tandjung


Kategori Berita Golkar Lainnya