04 September 2019

Berita Golkar - Rapat Koordinator Bidang (Korbid) yang akan digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada 6-10 September 2019 nanti dikritik kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Menurut Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa-Kalimantan DPP Partai Golkar Nusron Wahid, rapat Korbid tidak diperlukan. Sebab, kata dia, rapat Korbid tidak mengikat.

Baca Juga: Sumpah Dukung Airlangga Gunakan Alquran Dinilai Permalukan Partai Golkar

"Rapat Korbid itu biasanya tidak mengambil sebuah keputusan politik, tapi masalah implementasi program di masing-masing bidang," ujar Nusron Wahid dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Nusron mengatakan, yang dibutuhkan adalah rapat pleno DPP Partai Golkar untuk membuat keputusan politik. "Keputusan politik apa? Misal kapan kita konsolidasi organisasi dimulai, keputusan strategis itu diambil. Jadi bukan rapat teknis untuk menjabarkan program-program kerja yang ada. Kalau sekarang lakuka rapat korbid, yang mau dijabarkan apa?" ujarnya.

Karena, kata dia, masa jabatan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akan habis dalam beberapa bulan ke depan. "Yang ada tinggal masalah evaluasi. Karena itu tuntutan kita mayoritas adalah rapat pleno, bukan rapat Korbid berjenjang, dan tak ada sejarahnya dalam Golkar itu sebelum rapat pleno didahului rapat berjenjang," kata Nusron yang juga sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) itu.

Adapun sejumlah kader Partai Golkar yang tampak di Hotel Sultan bersama Nusron Wahid di antaranya Viktus Murin, Andi Harianto Sinulingga, Robert Kardinal, Ali Yahya, Sirajuddin Abdul Wahab, Nofel Saleh Hilabi, dan Ulla Nuchrawati. [sindonews[

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Nusron Wahid


Kategori Berita Golkar Lainnya