05 September 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar atau AMPG Nofel Saleh Hilabi menyoroti dugaan rangkap jabatan di kepengurusan Partai Golkar era kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Menurut Nofel, dugaan rangkap jabatan tersebut menandakan kepengurusan Partai Golkar di bawah Airlangga, tidak punya banyak pengikut.

Baca Juga: Nofel Saleh Hilabi Pastikan AMPG Bertahan di Kantor DPP Golkar Hingga Pleno Digelar

"Sudah terlihat kalau AH kurang tepat memimpin partai besar, karena tidak memiliki kader militan yang banyak, sehingga dia (Airlangga) kasih jabatan ke orang-orang itu saja," kata Nofel saat dihubungi jpnn.com, Kamis (5/9).

Nofel menuturkan, Golkar memiliki banyak kader berkualitas untuk masuk di jajaran pengurus. Partai sekelas Golkar tidak perlu mengalami rangkap jabatan di kepengurusan.

Efek buruk diterima Golkar ketika terjadi rangkap jabatan di kepengurusan. Partai berlambang Pohon Beringin itu akan masuk kelas medioker.

"Akhirnya Golkar yang besar menjadi kecil," lanjut dia.

Nofel mengaku tidak akan diam atas dugaan rangkap jabatan tersebut. Dia akan membicarakan hal itu di rapat pleno partai. Saat ini, Nofel terus mendesak partai untuk segera menggelar rapat pleno.

"Pleno tempat untuk mengevaluasi segalanya, pemimpin yang hebat ialah pemimpin yang mau menerima saran dan kritik," katanya. [jpnn]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya