02 September 2017

Berita Golkar - Pimpinan Pusat (PP) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengutuk kekerasan terhadap etnis Rohingya yang terjadi di Myanmar. “Kami AMPG, sebagai sayap pemuda Partai Golkar mengutuk kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Arakan-Rakhine secara sistematis oleh pemerintah Myanmar” kata Sekjen PP AMPG, Andi Nursyam Halid. Nursyam bahkan menyebutnya tragedi kemanusiaan terparah yang pernah terjadi di Asia Tenggara.

Nursyam menyebut motif ekonomi memicu pemerintah Myanmar melakukan pembersihan etnis Rohingya. “Arakan-Rakhine yang dihuni etnis Rohingya sangat strategis lokasinya, subur tanahnya dan berlimpah kandungan mineralnya. Sementara tingkat kemiskinan di sana mencapai 74%, dua kali lipat nasional yang 37,4%.” ungkap Nursyam. Instabilitas keamanan, menurut Nursyam menjadi penyebab utama ekonomi lokal tak berkembang.

Padahal, lanjut Nursyam, Myanmar telah memasukkan wilayah ini dalam rencana pembangunan daerah ekonomi khusus. “Ada Special Economic Zone (SEZ) yang akan diaplikasikan di Arakan-Rakhine bersama permodalan internasional termasuk pembangunan pelabuhan laut, pipa migas ke Tiongkok dan pusat industri pendukung lainnya” analisa Nursyam. Menurutnya, pemerintah tak ingin Rohingya menikmati efek bola salju ekonomi ini karena dianggap bukan etnis asli Myanmar.

Karena itu, PP AMPG juga mengajak segenap pemangku kebijakan di Indonesia untuk memboikot ekonomi Myanmar dan mendesak pemerintah untuk menghimbau negara-negara ASEAN menghentikan hubungan dagang dengan Myanmar. “Pemerintah Myanmar dengan motif ekonomi melakukan genosida lewat tangan aparat kepolisian dan tentara. Karenanya, selain mengutuk tragedi ini, PP AMPG juga mengajak memboikot ekonomi Myanmar, hentikan hubungan dagang dan stop menggunakan barang-barang impor dari sana sampai genosida ini dihentikan.” pungkas Nursyam. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Andi Nursyam Halid


Kategori Berita Golkar Lainnya