07 September 2019

Berita Golkar - Langkah Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mendapat dukungan untuk diusung Partai Golkar di Pilwakot Tangsel ternyata belum aman. Ada dinamika politik yang sewaktu-waktu bisa mengubur harapan Benyamin.

Pernyataan Bang Ben -biasa disapa- yang mengakui telah didukung Airin Rahcmi Diany, Walikota Tangsel sebatas pernyataan bersifat personal. Golkar sendiri sampai saat ini belum memutuskan secara kelembagaan.

Hal itu diungkap pengamat sosial politik dari Universitas Pamulang (Unpam), Septian Arief Budiman, Jumat (6/9)

"Semua partai saya yakini masih mengamati, belum memutuskan. Termasuk Partai Golkar. Apa yang disampaikan Benyamin Davnie yang mengaku telah didukung oleh Airin, itu sebatas klaim personal, secara kelembagaan partai belum lada,” ujar Septian Arief Budiman, pengkaji sosial politik, Universitas Pamulang (Unpam), Jumat (6/9).

Menuut Septian, persoalan klaim-mengklaim dukungan itu suatu yang wajar dalam politik. Apalagi klaim itu dimanfaatkan untuk mendulang dukungan dari masyarakat.

Airin terang Septian, memiliki jaringan yang kuat di tingkat bawah. Inilah yang coba dimanfaatkan oleh Benyamin Davnie.

Makanya Benyamin Davnie selalu mengatakan kalau dirinya telah mendapat dukungan dari Airin,” jelasnya.

Sementarai kata Septian, internal Partai Golkar sendiri belum semuanya mendukung Benyamin.

Salah satu alasannya Bang Ben masih tercatat sebagai kader Partai Nasdem. Sementara Nasdem tidak mendapat kursi di DPRD Kota Tangsel.

Alasan lain, banyak kader internal Golkar yang punya potensi sebagai calon walikota.

Hal senada dikemukakan Ahmad Syauqi, penggiat Lingkar Kaji Isu-Isu Strategis (LKiS).

Menurutnya dalam menentukan calon walikota, parpol akan menghitung secara matang. Golkar yang diketuai Airin, dianggap oleh sebagian masyarakat Tangsel mewakili Trah Rau, bahkan sekarang ada Trah Airin.

Saya yakin Golkar akan berhati-hati sekali. Ini belajar dari kekalahan Pilgub Banten. Pasangan Wahidin Halim-Andika kalah di Tangsel. Kondisi ini berbeda ketika pilpres, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menang di Tangsel. Itu gambaran, masyarakat Tangsel adalah pemilih dinamis," katanya.

"Ini artinya apa, Golkar harus mengusung calon yang mengakar,” sambungnya.

Kata Syauwi, sampai bulan November nanti, semua bakal calon yang muncul ke permukaan sebaiknya banyak turun ke masyarakat. Hal itu sebagai upaya mendongkrak popularitas.

"Pilkada kali ini juga menjadi pertaruhan Airin sebagai ketua partai untuk membuktian kemandirian dan kedewasaan berpolitik," pungkas Syauqi. [rmolbanten]

fokus berita : #Benyamin Davnie


Kategori Berita Golkar Lainnya