10 September 2019

Berita Golkar - Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra menilai dana tahun 2020 yang disediakan pemerintah untuk konservasi Sumber Daya Alam (SDA) sangat rendah, yakni hanya sebesar Rp300 miliar.

Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh SOKSI dengan tema "Kelestarian Hutan dan Prospek Ekowisata di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Legislator Golkar mengatakan ingin mendirikan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menjadi suatu lembaga yang bisa menjaga kelangsungan kehutanan nasional terutama yang menjadi destinasi wisata.

"Saya ingin mendorong BKSDA ini menjadi suatu lembaga menjaga kelangsungan drpda kehutanan ini. Salah satunya adalah dibidang hewannya ini kan kalau Rp300 miliar itu menurut saya sangat rendah sekali," lanjutnya.

Sehingga, diusulkan dana yang mencukupi untuk BKSDA adalah Rp1 triliun. Dana ini nantinya akan digunakan untuk melatih pawang, melatih hewan hingga pakan hewan.

"Bagaimana kita melatih pawang, bagaimana kita melatih hewan, bagaimana pakan hewan ini kan ga bisa dianggap sepele terputus begitu saja dan bagimana sekarang menangkap harimau kita harus trap," imbuhnya.

Tak hanya itu, daerah konservasi juga bisa mewujudkan ekowisata. Tentunya ini akan menjadi peluang ekonomi terutama bagi masyarakat disekitarnya.

"Perlu kita gerakkan satu perkuatan ekonomi kerakyatan bagimana kita mewujudkan ekowisata di daerah konservasi ini penting. Nah kalau sekarang ekowisata kita gerakkan kita wujudkan disalah satu daerah konservasi itu lah menjadi peluang Ekonomi. Disitulah kelangsungan kehutanan kita dan kelestarian kehutanan kita terjadi," jelasnya. [akurat]

fokus berita : #AA Bagus Adhi Mahendra Putra


Kategori Berita Golkar Lainnya