11 September 2019

Berita Golkar - Ormas Partai Golkar Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) menyatakan dukungan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk maju kembali sebagai Ketua Umum Golkar. MKGR juga mendukung pencalonan Airlangga di periode pertama.

Baca Juga: Ormas MKGR Deklarasikan Dukungan Untuk Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar Lagi

"Saya kira ini ormas MKGR itu waktu Pak Airlangga itu mencalonkan waktu awal, ormas MKGR yang pertama yang mendukung beliau. Kita menginginkan supaya Golkar itu bisa berjalan dengan baik, kemudian yang kedua kemampuan beliau untuk memimpin juga ada, sehingga kita memutuskan untuk mendukung beliau sebagai Ketua Golkar melanjutkan kepemimpinan 2014-2019 dan alhamdulillah beliau berhasil," kata Ketua Umum MKGR Roem Kono di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Menurut Roem, MKGR kembali mendukung Airlangga karena dinilai berhasil memimpin partai berlambang pohon beringin itu. Keberhasilan Airlangga dicontohkan Roem dengan raihan 85 kursi Golkar di parlemen.

"Pak Airlangga itu dalam kurun waktu satu tahun dalam memimpin Golkar ini baru setahun, dan kita menganggap beliau berhasil, bisa akomodir semua pihak dan bisa meningkatkan kinerja daripada partai sehingga hasilnya cukup bagus, yaitu kita berhasil meraih kursi sebanyak 85 kursi. Dengan berbagai tantangan, dengan berbagai musibah dan badai, Partai Golkar masih bisa meraih kursi sebanyak 85 kursi," ujar Roem.

"Jadi ini suatu hasil yang baik dan kita memerlukan figur yang bisa kita bermain di dalam percaturan politik ke depan sampai 2024. Figur itu berada di figur tokoh Airlangga Hartarto," imbuhnya.

Roem menyatakan MKGR sudah secara pasti mendukung pencalonan Airlangga. Roem menyebut keputusan itu sebagai hasil musyawarah organisasi.

"(MKGR) seluruh Indonesia, ada 34 provinsi. Dan itu melalui musyawarah melalui keluarga tadi, Majelis Permusyawaratan Organisasi," tegasnya.

Terkait perbedaan pendapat yang terjadi di lingkup internal Golkar saat ini, Roem menyebut belum ada titik temu tentang pelaksanaan waktu munas. Namun, menurutnya, munas sebaiknya dilakukan pada Desember 2019 seperti yang telah diputuskan sebelumnya.

"Saya kira sekarang ini bukan masalah perpecahan, tapi perbedaan pendapat yang belum menemukan titik temu. Jadi belum ada titik temu yang kita masih ada satu pemikiran di lain pihak dari struktur kepengurusan kita itu memerlukan masih banyak kegiatan dari pengurus dari Partai Golkar, masih banyak mekanisme-mekanisme yang harus dilalui, dan juga masalah munas itu sudah diatur oleh munas waktu itu harus dilakukan pada bulan Desember," ucap Roem.

"Itu menjadi suatu pegangan daripada kepengurusan sekarang bahwasanya munas itu harus dilakukan pada bulan Desember," pungkasnya. [detik]

fokus berita : #Roem Kono


Kategori Berita Golkar Lainnya