11 September 2019

Berita Golkar - Sejumlah tokoh senior Partai Golkar yang tergabung di dalam Paguyuban "Eksponen Ormas Trikarya Golkar" merasa prihatin dengan terjadinya konflik internal antar sesama kader Golkar yang mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan di dalam tubuh partai Golkar.

"Dua calon ini mengeras, efeknya ke anggota di daerah. Terus terang agak cemas. Kami trauma pada periode pertama," Kata Zainal Bintang mewakili unsur Majelis Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Sejumlah eksponen Ormas Trikarya Golkar yang terdiri dari Soksi, Kosgoro 58 dan ormas MKGR memandang perlu mengambil langkah konkret untuk mencari solusi agar upaya perseteruan yang mulai memanas sesama kader Golkar terkait persoalan pelaksanaan jadwal Munas partai Golkar dapat diselesaikan dengan baik, damai dan win-win solution.

Zainal mengatakan hadirnya eksponen ormas yang merupakan sayap partai Golkar ini dalam upaya mediasi. Agar Golkar tetap eksis sebagai wadah berhimpun dan berkarya. Dia juga meyakini langkah ini untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi diantara kedua kubu yang kini mencalonkan ketua umum DPP Partai Golkar pada saat Munas nanti.

Pimpinan eksponen akan mengadakan pertemuan dengan kubu Airlangga Hartarto dan pihak Bambang Soesatyo yang sama-sama sebagai calon ketua umum. Sehingga kedua kader Golkar yang handal dapat menemukan titik temu dan bahu membahu berjuang bersama kader lainnya.

"Langkahnya, kami merencanakan satu persatu akan kami datangi meminta menyampaikan sesungguhnya apa sih yang mereka inginkan, dan langkah apa yang diinginkan," ujarnya.

Sebab, harmonisasi dan semangat persatuan kader Golkar saat ini sangat dibutuhkan, mengingat kedepan partai berlambang pohon beringin akan mengawal pemerintahan baru hasil pemilu 2019 dan sekaligus mempersiapkan kader muda pemimpin Golkar yang akan didorong menjadi calon presiden di pemilu mendatang.

Kemudian peran yang tawarkan, lanjut Zainal adalah mendatangi satu persatu tokoh sesepuh Golkar yang mengerti tentang permasalahan internal partai.

"Kami sudah melakukan lobi ke kiri dan kanan. Kita juga akan mendatangi satu persatu sesepuh golkar yang kami tahu persis komitmen dan konsistensi untuk keutuhan dan mencegah terjadinya perpecahan didalam tubuh Golkar.

Dia juga khawatir ketika dua kubu tidak saling berdamai, eksistensi Golkar dalam tinta perpolitikan Indonesia akan berhenti, sehingga akan dimanfaatkan oleh pihak ketiga.

"Kalau golkar pecah siapa yang untung? orang ketiga kan," tegasnya. [akurat]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya