18 September 2019

Berita Golkar - Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Fraksi Partai Golkar DPR RI, menyadari pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa. Atas dasar itu, KPPG dan Fraksi Partai Golkar menggelar seminar pendidikan dengan tema ’Cita-Cita, Karir dan Perjuangan Generasi Milenial Untuk Membangun Potensi Indonesia’ di Ruang KK I DPR RI, Rabu (18/9/2019).

Acara seminar ini dibuka oleh Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI Adies Kadir, dan dihadiri beberapa nara sumber seperti, Head of PGRI Smart Learning and Character Center Eko Indrajit, Pengamat Bidang Strategi dan Motivator Alfiantono, Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Didin Wahidin, anggota DPR RI terpilih 2019-2024 Dyah Roro Esti, dan Founder FIND Fashion Indo Digital Yurita Puji.

Ketua Umum KPPG, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menjadi pembicara kunci menyampaikan beberapa hal yang dibutuhkan pelajar dan mahasiswa menghadapi dunia kerja kerja. Yaitu pondasi literasi, kompetensi dan karakter. Lebih lanjut, politikus Golkar dari Kalimantan Timur itu menyampaikan, era keterbukaan informasi memberikan peluang yang luas bagi generasi muda Indonesia untuk belajar banyak hal, serta mengembangkan kreativitas. Apalagi, Indonesia memiliki banyak potensi untuk diolah secara kreatif

”Bidang ekonomi kreatif memiliki 16 subsektor, yaitu arsitektur, penerbitan, televisi dan radio, film, animasi dan video, seni kriya, aplikasi dan game, desain interior, musik, desain komunikasi visual, fashion, desain produk, periklanan, fotografi, kuliner, seni rupa, dan seni pertunjukan,” papar Hetifah.

Pengamat Bidang Strategi dan Motivator Alfiantono memaparkan, banyak potensi bangsa yang harus dimanfaatkan generasi muda. Dia juga mengungkapkan dua hal yang bisa menjadi kunci sukses Indonesia ”Kita punya potensi pertanian, wisata, industri, budaya, maritim. Tidak semua negara lain punya seperti kita. Ada dua kunci sukses. Pertama inovasi. Indonesia nomor 85, Malaysia nomor 35. Kunci kedua kewirausahaan. Kita nomor 94, Malaysia nomor 58. Ini PR besar kita ke depan,” kata Alfiantono.

Demi mempercepat potensi ekonomi ini, Alfiantono pun mendorong agar pengembangan sumber daya manusia yang lebih massif. Terlebih, Indonesia pada 2.020, akan mendapatkan bonus demografi usia produktif.x

Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Didin Wahidin menerangkan peran Kemenristekdikti dalam pembangunan SDM unggul Indonesia. ”Kemenristekdikti mempunyai peranan dalam membangun SDM pendidikan tinggi yang berkompetensi, terampil dan profesional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, industri dan negara,” jelas Didin.

”SDM unggul adalah manusia seutuhnya. Keilmuan yaitu mumpuni dalam penguasaan IPTEK. Karakter akhlaq mulia dan berkarakter baik. Keindonesiaan, cinta Tanah air. Dan internasionalisasi yaitu berdaya saing global,” lanjutnya.

Acara ini diikuti perwakilan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI Adies Kadir, berharap peserta yang merupakan generasi muda, dapat mengambil manfaat dari acara seminar pendidikan ini. [indopos]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya