21 September 2019

Berita Golkar - Ketua Penyelenggara Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Organisasi Kemasyarakatan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Ormas MKGR), Arman Amir di dampingi Ketua POSBAKUM Tubagus Uuy Faisal Hamdan.,SH dan Chairun Abdullah., SH, melaporkan dua anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Keduanay dilaporkan atas dugaan menjadi inisiator penganiayaan dan pengrusakan sejumlah sarana dan prasarana di Hotel Sultan, Jakarta, saat berlangsungnya Munaslub MKGR, di Jakarta, Kamis (19/9/19). Munaslub MKGR ricuh karena diserbu preman yang diduga kuat suruhan dua orang oknum anggota DPR yang kini menjabat wakil pimpinan Komisi IV dan wakil ketua MKD yang juga anggota komisi III DPR.

Baca juga: Bamsoet Minta Premanisme Yang Menimpa Ormas MKGR Pimpinan Fahd Arafiq Tak Usah Dibalas

"Para preman tiba-tiba datang ke lokasi acara membawa parang dan berbagai senjata lainnya. Sekitar 14 orang menjadi korban dan telah dibawa ke rumah sakit. Tindakan keji premanisme ini diduga kuat diotaki dua oknum anggota DPR RI, yang tidak rela diganti sebagai Ketua Umum dan Sekjen Ormas MKGR. Padahal sesuai ketentuan organisasi, keduanya sudah sah diberhentikan dan MKGR telah sah menetapkan kepengurusan baru," ujar Arman Amir kepada Golkarpedia, Jumat (20/09/19).

Arman meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memeriksa dua anggota FPG DPR RI yang diduga menjadi otak penyerangan Hotel Sultan. Sebagai anggota dewan yang terhormat, tidak sepaturnya mereka menggunakan cara-cara kriminal seperti itu. Selain tidak menunjukkan semangat intelektualitas, penyerbuan dengan senjata tajam merupakan tindakan melawan hukum, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga: Eksponen Ormas Trikarya Prihatin Konflik Internal Sesama Kader Golkar

"MKD sebagai penjaga moral dan etik anggota DPR RI menjadi harapan kami memperoleh keadilan. Jika nantinya dalam pemeriksaan MKD, keduanya terbukti menyalahi aturan sebagai Anggota DPR RI, maka sanksi tegas perlu dijatuhkan kepada mereka. Sehingga ke depannya tiada lagi anggota DPR RI yang bisa melakukan tindakan secara sewenang-wenang, merasa hebat dan bisa menghalalkan segala cara demi ambisi kekuasaan pribadinya," tegasnya.

Arman sangat menyesalkan digunakannya cara-cara premanisme dan tindakan kriminal mengakibatkan jatuhnya korban dan rusaknya Hotel Sultan. "Hotel Sultan adalah aset bangsa. Marwah citranya terkenal dikancah dunia. Tercemarkan oleh dua oknum anggota DPR yang tidak berpikir panjang sebelum bertindak menyebabkan marwah Hotel Sultan tercemar di mata dunia," katanya.

Arman menyayangkan adanya sikap dari internal Ormas MKGR dan Partai Golkar yang tidak senang dengan niat baik para kader yang ingin memperbaiki kondisi internal organisasi Ormas MKGR maupun Partai Golkar. Orang-orang tersebut sepertinya sudah dibutakan hatinya oleh kekuasaan, sehingga menganggap jabatan adalah segalanya. 
 
"Padahal, sesungguhnya jabatan yang saat ini mereka emban tak lain berasal dari amanah yang diberikan oleh para kader. Jika saat ini amanah tersebut akan dicabut, itu adalah hak dari para kader, sesuai dengan ketentuan AD/ART dan peraturan organisasi," tandasnya.

Ketua Posbakum, Uuy Faisal Hamdan meminta MKD bersikap profesional meskipun yang di laporkan adalah salah satu Wakil Ketua MKD. "Kami harap MKD tetap profesional dalam mengusut kejadian penyerangan di Hotel Sultan yang menyebabkan beberapa anggota kami luka-luka dan kerusakan di pihak hotel " pungkas Uuy Faisal Hamdan. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Arman Amir #Uuy Faisal Hamdan


Kategori Berita Golkar Lainnya