20 September 2019

Berita Golkar - Fraksi Partai Golkar DPR RI merotasi sejumlah personelnya di Komisi XI DPR.

Keputusan yang muncul muncul mendadak itu terungkap dalam surat dari Sekretaris Fraksi Golkar Adies Kadir kepada pimpinan DPR.

Dalam surat bernomor SJ.00.2641/FPG/DPRRI/IX/2009 tanggal 19 September 2019 itu, ada tujuh anggota Fraksi Golkar di Komisi XI DPR yang digeser ke komisi lain.

Baca Juga: Pesan Misbakhun Untuk Jokowi Agar Tak Terkecoh Janji Manis Sri Mulyani

Surat berperihal "Pergantian Sementara Keanggotaan Komisi dari FPG DPR RI" itu juga ditembuskan kepada nama-nama yang dirotasi.

Nama-nama anggota FPG yang digeser dari Komisi XI adalah Melchias Markus Mekeng (ke Komisi V), M Nur Purnamasidi (ke Komisi VII), M Sarmuji (ke Komisi I), Ahmadi Noor Supit (ke Komisi III), Andi Achmad Dara (ke Komisi V), Mukhamad Misbakhun (ke Komisi III), serta Agun Gunandjar Sudarsa (ke Komisi IX).

Selanjutnya Fraksi Golkar menggeser anggotanya yang lain ke Komisi XI, yakni Muhidin M Said (dari Komisi V), Maman Abdurrahman (dari Komisi VII), Bobby Adhtiyo Rizaldi (dari Komisi I), Saiful Bahri Ruray (dari Komisi III), Saniatul Lativa (dari Komisi V), John Kennedy Azis (dari Komisi III), serta Andi Fauziah Pujieatiw Hatta (dari Komisi IX).

Salah seorang nggota Fraksi Golkar yang dipindahkan, Mukhamad Misbakhun, mengaku, sudah menerima surat pemberitahuan dari Fraksi Golkar.

Ia menduga rotasi ini ada hubungannya dengan pemilihan anggota BPK.

"Mendadak ada perubahan komposisi anggota Komisi XI dari Golkar pada akhir periode DPR RI 2014-2019 yang pergantiannya bersifat sementara," ujar Misbakhun seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat pagi (20/9/2019) pagi.

"Momentumnya menjelang pemilihan lima anggota BPK RI yang habis masa jabatan dan pemilihannya ada di Komisi XI," lanjut dia.

Baca juga: Airlangga Hartarto Kantongi Dukungan MKGR untuk Jadi Ketum Golkar Lagi

Misbakhun menyebut rotasi itu sarat dengan kepentingan politik Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Mantan pegawai Kementerian Keuangan itu menduga rotasi sementara tersebut sebagai upaya Airlangga untuk mengganjal politisi Golkar Achmadi Noor Supit di bursa calon anggota BPK.

"Sepertinya ada ketakutan dari pihak Airlangga jika nanti Achmadi Noor Supit yang akan terpilih sebagai anggota BPK RI. Achmadi Noor Supit dikenal sebagai pendukung Bambang Soesatyo (di bursa calon ketua umum Golkar)," kata Misbakhun.

Misbakhun juga mengakui, salah satu yang digeser dari komisi XI adalah Melchias Markus Mekeng yang merupakan ketua tim pemenangan Airlangga Hartarto di bursa calon ketua umum Golkar. Namun Misbakhun menduga hal itu disebabkan Mekeng sedang tidak ada di Indonesia.

"Pak Mekeng sepengetahuan saya sudah kena cekal KPK, tetapi belum kembali dari perjalanan dinas luar negeri, jadi untuk sementara juga diganti," kata Misbakhun.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah merekomendasikan 15 nama calon anggota BPK periode 2019-2024 kepada Komisi XI DPR.

Seluruh nama calon yang lolos tersebut keluar setelah DPD mengelar atau uji kelayakan dan kepatutan pada 16-17 September lalu.

Sebanyak 15 nama yang lolos tersebut sebagian memiliki latar belakang politisi. Mereka yakni Akhmad Muqowam, Harry Azhar Aziz, Achsanul Qosasi, Shohibul Imam, Sahala Benny Pasaribu dan Muhammad Syarkawi Rauf.

Selain itu, ada pula Muhammad Yusuf, Candra Wijaya, Eddy Suratman, Tjatur Sapto Edy, Daniel Lumban Tobing, Wilgo Zainar, Kukuh Prionggo, Ahmad Noor Supit, dan Hendra Susanto.

Selanjutnya, Komisi XI akan menggelar rapat untuk menetapkan lima anggota BPK 2019-2024. [kompas]

fokus berita : #Misbakhun


Kategori Berita Golkar Lainnya