24 September 2019

Berita Golkar - Hijrahnya elit DPP Golkar ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diakui pihak DPD Golkar Kota Depok tanpa pemberitahuan.

Ketua DPD Golkar, Dr. Farabi El Fouz mengatakan, hingga detik ini dirinya tidak mendapatkan informasi terkait pendaftaran diri Nofel Hilabi sebagai bakal calon (Balon) Wali Kota Depok via PDIP.

“Selama ini tidak ada konfirmasi ke Golkar Depok, kami enggak mau berikan tanggapan apapun (terkait pendaftaran Nofel--red),” kata Farabi seprti dikutip dari Wartakotalive.com, Selasa (24/9/2019).

Nofel yang dijumpai Jumat (20/9) lalu saat mengembalikan formulir pendaftaran Balon mengaku, keputusannya tersebut telah direstui teman-temannya di Golkar.

Namun memang kala itu Nofel tak secara rinci mengenai Golkar dari wilayah manakah yang merestuinya.

Sebagai Ketua DPD Golkar Depok, Farabi mengatakan sejauh ini pihaknya tidak mendapat instruksi apapun perihal keputusan Nofel berpindah haluan dalam karier politiknya.

“Kalau merestui, harusnya ada surat kan, nah ini kan dari Golkar Depok tidak mendapat informasi apapun, ada atau tidak surat resminya,” papar Farabi.

Farabi menjelaskan, seandainya Nofel mengantongi surat resmi dari DPP Golkar, maka pihaknya tak sungkan untuk mendampingi Nofel mendaftarkan diri ke PDIP.

Saat ditanya mengenai ada atau tidaknya sanksi yang diberikan, Farabi mengatakan hal itu bukanlah wewenang DPD Golkar Depok.

“Ya itu kan hak pribadi, siapapun bisa mendaftar ke partai lain, soal sanksi sih tanyakan langsung ke DPP karena dia (Nofel) kan orang DPP, kalau kami hanya menunggu perintah dari DPD dan DPP Golkar,” kata Farabi.

Nofel Saleh Hilabi merupakan anggota Golkar yang membidangi Kepemudaan.

Pada Pemilihan Legislatif lalu, Nofel mendaftarkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Golkar.

Namun kini, jelang Pilkada Depok 2020, Nofel justru banting stir untuk maju sebagai bakal calon Pilkada Depok dari PDIP.

Konflik internal dalam tubuh Golkar dijadikan Nofel sebagai alasan dirinya mencalonkan diri di PDIP.

Namun Farabi menampik hal tersebut, menurut Farabi, konflik adalah hal yang lumrah.

“Jangankan di partai, sesama tetangga saja bisa ada konflik. Golkar masih tetap satu,” papar Farabi.

Masih dipercaya

Banyaknya pihak external yang daftar sebagai bakal calon (balon) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020 ke PDIP, dikatakan Sekretaris DPC PDIP Kota Depok, Ikravany Hilman sebagai hal yang biasa.

Sebab, penjaringan Pilkada seperti ini bukanlah hal baru bagi partai besutan Megawati Soekarno Putri ini.

“(Penjaringan terbuka) ini sudah jadi kebijakan partai untuk melakukan rekruitmen secara terbuka,” kata Ikravany kepada Warta Kota saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (24/9/2019).

Efeknya, Ikra mengatakan akan ada banyak orang dari luar partai atau non partai yang mendaftar ke PDIP.

Hal tersebut lantas dianggap Ikra sebagai hal hang positif, pertama adalah akan menambah jumlah kader partai.

“Kedua, orang berarti masih percaya sama PDIP,” papar Ikra.

Apakah nantinya penjaringan terbuka ini akan menghasilkan calon terbaik, dikatakan Ikra merupakan salah satu cara mencari kepala daerah yang berprestasi

Dengan adanya metode seperti ini, Ikra mengaku pihaknya menyerahkan keputusan kepada para pendaftar untuk tetap berbendera PDIP meski mungkin nantinya tak terpilih sebagai calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota.

“Karena masih banyak arena lain untuk berbuat untuk orang banyak, enggak harus jadi Wali Kota,” tutur Ikra. [tribunnews]

fokus berita : #Nofel Saleh Hilabi


Kategori Berita Golkar Lainnya