28 September 2019

Berita Golkar - Partai Golkar agar tidak jadi menjalin kerja sama dengan Partai Komunis Cina. Kerja sama dengan Partai Komunis Cina tidak menguntungkan dan malah kontrpoduktif.

Demikian disampaikan Tokoh sinior Partai Golkar Akbar Tanjung di Jakarta, Jumat kemarin (27/9).

"Tidak usahlah, Ketua Umum Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto pergi ke Cina. Di sana beliau akan melakukan kerja sama para kader Golkar dengan Partai Komunis Cina tersebut. Hal ini tidak tepat, bahkan melanggar sikap dan sejarah dari Golkar yang didirikan sebaga organisasi anti komunis," kata Akbar.

Menurut Akbar, Partai Golkar dalam sejarahnya didirikan untuk mengamalkan nilai dan program sesuai falsafah bangsa, yakni Pancasula.

Saat pendiriannya pun kala itu Golkar sosok organisasi yang anti komunis.

Jadi, keinginan untuk menjalain kerja sama dengan Partai Komunis Cina tidak usah dilakukan.

"’Sebaiknya tak usah. Kami dari dahulu adalah partai pengusung Pancasila dan anti komunis. Sebaiknya, cari kerja sama dengan partai lain saja," ujar mantan ketum Golkar itu.

Sabtu pekan lalu, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Kepala Polit Biro Hubungan Internasional Partai Komunis China (ID CPC), Song Tao sepakat menjalin program pertukaran kader, salah satunya melakukan studi banding.

Disebutkan, program pertukaran kader ini untuk mendalami pelajaran terkait pembangunan dan kesejahteraan di antara kedua negara.

Partai Golkar dan Partai Komunis China sama-sama memiliki concern terkait pembangunan kesejahteraan masyarakat. [rmolbanten]

fokus berita : #Akbar Tandjung


Kategori Berita Golkar Lainnya