02 Oktober 2019

Berita Golkar - Partai Golkar menugaskan Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk menjabat Ketua MPR. Golkar telah melakukan lobi-lobi agar Bamsoet bisa menduduki kursi MPR-1. Golkar menugasi Zainudin Amali sebagai Ketua dan Idris Laena sebagai Sekretaris Fraksi Golkar di MPR. Amali disebut telah melakukan lobi-lobi untuk memuluskan langkah Bamsoet menuju kursi MPR-1.

"Sekarang Pak Zainudin Amali melakukan lobi-lobi terhadap partai lain melalui fraksi-fraksinya. Kita berharap bahwa upaya untuk Golkar mendapatkan alokasi kursi sebagai Ketua MPR itu bisa dilobi, bisa didapatkan secara musyawarah mufakat," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga: Aziz Syamsuddin, Semangat Baru Golkar di Kursi Pimpinan DPR

Ditugaskannya Bamsoet sebagai pimpinan MPR telah ditetapkan dalam rapat internal DPP Golkar yang digelar sore tadi di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat. Rapat yang dipimpin Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan turut dihadiri oleh Bamsoet itu juga menugaskan Azis Syamsuddin untuk mengisi kursi Wakil Ketua DPR.

"Dan rapat tadi telah memutuskan Pak Bambang Soesatyo ditugaskan untuk menjadi Ketua MPR. Ketua, tentu. Mandatnya kita berikan untuk menjadi ketua. Dan Pak Azis Syamsuddin untuk menjadi Wakil Ketua DPR RI dari Partai Golkar," ujar Ace.

Baca Juga: Bambang Soesatyo, Ketua MPR 2019-2024

Selain Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin sekaligus ditugaskan sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR. Adies Kadir ditunjuk sebagai Sekretaris Fraksi. Kembali ke penugasan Bamsoet, Ace menampik jika mandat Bamsoet sebagai Ketua MPR diberikan agar tak maju sebagai calon Ketua Umum Golkar. Ace menyebut hal itu untuk menjaga soliditas partai.

"Tidak, ini bukan bagian dari bagi-bagi kursi. Tapi kita telah melakukan pengkajian yang mendalam. Menjaga soliditas partai dan juga menjaga konsolidasi partai agar tetap berjalan dengan sebaik-baiknya," ucapnya.

 

Ace belum mau berkomentar apakah nantinya Airlangga akan menjadi sosok tunggal calon Ketua Umum Golkar. Menurutnya, munas sebagai proses politik memiliki mekanismenya tersendiri.

Baca Juga: PKS Sebut Ketua MPR Sudah Mengerucut Ke Satu Nama, Bambang Soesatyo

"Nah, tentu proses politik itu kan membutuhkan juga adanya kesepahaman dan kesepakatan-kesepakatan. Dan apa yang terjadi saat ini adalah salah satu solusi yang tepat bagi Partai Golkar untuk menjaga terus soliditas kita dalam menjalankan fungsi-fungsi kepartaiannya dalam rangka kita menjaga pemerintahan Jokowi yang saat ini saya kira menghadapi tantangan yang luar biasa," ucap Ace.

"Apalagi kita tahu bahwa Partai Golkar salah satu kunci yang sangat mempengaruhi terhadap soliditas parpol pendukung pemerintahan Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin. Jadi, oleh karena itu, jika Partai Golkar tidak solid, tentu kami kira akan mempengaruhi stabilitas pemerintahan Jokowi ke depan," pungkasnya. {Detik.com}

fokus berita : #Partai Golkar #DPR RI #MPR RI #Ace Hasan Syadzily #Bambang Soesatyo #Bamsoet #Airlangga Hartarto #Jokowi #Fraksi Partai Golkar,


Kategori Berita Golkar Lainnya