02 Oktober 2019

Berita Golkar - Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu membantah memberikan uang ke Bowo Sidik Pangarso mantan anggota Komisi VI DPR dari fraksi Partai Golkar untuk revitalisasi pasar di kabupaten tersebut.

"Yang mengajukan kepala Dinas Perdagangan, Adrian Sumeweng," ungkap Christina.

"Tapi ini betul tanda tangan saksi?" tanya jaksa KPK.

Baca Juga: Profil Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI Dari Partai Golkar

"Betul, itu terkait permohonan dukungan anggaran untuk pasar rakyat atas usulan mereka," jawab Christiany.

Proposal itu adalah untuk renovasi 4 pasar di Minahasa Selatan. Ketika ditanya jaksa apakah pernah ketemu dengan terdakwa di Jakarta, Christiany menjawab tidak pernah. Jaksa juga mencecer Christiany dengan pertanyaan apakah pernah memberikan sesuatu ke Bowo.

"Pernah titip sesuatu lewat utusan saudara?" tanya jaksa.

"Tidak pernah Pak, tidak," jawab Christiany.

Baca Juga: Kodrat Sunyoto Dorong Pemprov Munculkan Batik Khas Jatim

Dalam dakwaan disebut Bowo pernah menerima uang sejumlah Rp300 juta di Plaza Senayan Jakarta. Dan pada tahun 2018 juga menerima uang sejumlah Rp300 juta di salah satu restoran yang terletak di Cilandak Town Square Jakarta dalam kedudukan Bowo selaku wakil ketua Komisi VI DPR RI yang sedang membahas program pengembangan pasar dari Kementerian Perdagangan untuk TA 2017. Selanjutnya total uang Rp600 juta digunakan untuk keperluan pribadinya.

Dalam sidang sebelumnya, fungsionaris Golkar di Sulawesi, Dipa Malik mengatakan ia mengantarkan proposal ke Bowo Sidik dalam amplop. Belakangan diketahui amplop tersebut juga berisi uang. Menurut Bowo, Christiany pun menemuinya dan minta bantuan untuk pengajuan ke Kemendag, namun Bowo meminta Christiany langsung datang ke Kemendang. {www.reqnews.com}

fokus berita : #Partai Golkar #Bupati #Minahasa Selatan #Tetty Paruntu #KPK #Bowo Sidik Pangarso #Kesaksian Persidangan


Kategori Berita Golkar Lainnya