03 Oktober 2019

Berita Golkar - Bambang Soesatyo alias Bamsoet resmi menjadi Ketua MPR Periode 2019-2024 secara musyawarah mufakat mencakup 575 anggota DPR dan 136 anggota DPD. Hal tersebut dinilai sebagai lompatan yang berarti untuk Bamsoet, yang sebelumnya menduduki kursi Ketua DPR.

Struktur resmi pimpinan MPR periode 2019-2024 pun resmi terbentuk. Di mana Ketua MPR akan diisi oleh Bambang Soesatyo dari Golkar dibantu dengan Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Basarah Fraksi dari PDI Perjuangan, Jazilul Fawaid dari Fraksi PKB.

Baca Juga: Bamsoet Ajak Sidang Paripurna MPR Kenang Jasa Almarhum Taufik Kiemas

Sementara Hidayat Nur Wahid dari Fraksi PKS, Zulkifli Hasan dari Fraksi PAN, Lestari Moerdijat dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Muzani dari Fraksi Partai Gerindra, Arsul Sani dari Fraksi PPP dan Fadel Muhammad dari unsur DPD

"Fraksi Partai Golkar terus melakukan lobi-lobi pada delapan fraksi lain dan DPD, untuk kebulatan dukungan terhadap Bamsoet. Dengan demikian, sukses Bamsoet adalah kemenangan Fraksi Partai Golkar," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Zainuddin Amali, Kamis (3/10/2019). 

Baca Juga: Pidato Pertama Bamsoet, Banyak Pemuda Lebih Suka Ideologi Selain Pancasila

Dalam kalkulasi politik, pasca reformasi, sambungnya, hal ini merupakan yang pertama kalinya Partai Golkar menjadi Ketua MPR. Untuk diketahui, setelah reformasi, kursi ketua MPR berturut-turut diduduki oleh Amien Rais (PAN/2009), Hidayat Nur Wahid (PKS/2004), Taufik Kiemas (PDIP/2009), dan terakhir Zulkifli Hasan (PAN/2014).

"Tidak bisa dipungkiri jika pencapaian Bamsoet ke tampuk pimpinan MPR tidak bisa dilepaskan dari kerja keras para kader Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, khususnya dari lobi-lobi yang cakap dan lihai dari DPP Partai Golkar dan Fraksi Golkar di MPR," kata Zainuddin.

Semua kader Golkar, kata Zainuddin Amali, bekerja keras di bawah pimpinan Airlangga Hartarto. Bekerja bersama agar Partai Golkar kembali diperhitungkan. "Keberhasilan Bamsoet menduduki kursi ketua MPR sulit dicapai jika Partai Golkar tidak merebut kursi terbanyak kedua di DPR pada Pileg 2019 ini," ujarnya.

Baca Juga: Terpilih Jadi Ketua MPR, Bamsoet Peluk Airlangga dan Ucapkan Terima Kasih

Diketahui, Golkar pernah menempati peringkat kedua dalam perolehan kursi DPR, yakni pada pemilu 2009. Namun, saat itu Partai Golkar gagal merebut kursi Ketua DPR, dan juga luput merebut kursi Ketua MPR.

"Karena itu secara politis bahkan bisa disebutkan jika, sebagai pimpinan Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang paling berperan dalam mengembalikan kursi ketua MPR kepada kader terbaik partai sekarang ini," kata Zainuddin.

Baca Juga: AMPI Jatim Siap Usung 2 Kadernya di Pilkada Jember dan Tuban 2020

Di tengah terjadinya erosi semangat kebangsaan, menurunnya nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, bela negara dan militansi kebangsaan di dalam berbagai kehidupan dan lapisan masyarakat, Zainuddin menilai, naiknya Bamsoet ke tampuk pimpinan tertinggi MPR menjadikan tantangan tersendiri. Juga menjadi momentum yang paling tepat, di di tengah "PR" tentang Bhinneka Tunggal Ika dan semangat Pancasila, Golkar kembali memimpin MPR.

"Tidak berlebihan pula jika Airlangga Hartarto memiliki harapan besar terhadap Bamsoet sebagai Ketua MPR RI, agar terus menjaga semangat Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," tuturnya. {nasional.okezone.com}

 

fokus berita : #Partai Golkar #Bambang Soesatyo #MPR RI #Ketua MPR RI #Ideologi Pancasila #Kebangsaan #Parlemen #Ketua MPR RI


Kategori Berita Golkar Lainnya