04 Oktober 2019

Berita Golkar - Partai-partai terus bergerak menyiapkan strateginya menyambut perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sidoarjo 2020. Termasuk Partai Golkar yang sedang bersiap menyusun langkah-langkah menghadapi pemilihan bupati.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Warih Andono, pekan ini pihaknya sedang merapatkan barisan di internal. Dijadwalkan, pekan depan bakal digelar rapat khusus membahas persiapan pilkada. "Rapat itu juga akan membahas tentang rencana pembukaan pendaftaran atau seleksi bakal calon bupati dan wakil bupati. Termasuk bagaimana mekanismenya," ungkap Warih Andono.

Dari itung-itungan sementara, diperkirakan bulan depan partai berlambang pohon beringin tersebut bakal mulai melakukan penjaringan atau pembukaan pendaftaran bakal calon.

"Ini pendaftaran di tingkat kabupaten. Tapi tetap saja rekomendasi calon ada di tangan DPP atau pengurus pusat. Sehingga bisa saja calon mendaftar lewat provinsi atau langsung ke pusat," urai politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPRD Sidoarjo tersebut.

Lantas figur seperti apa yang bakal diusung? Menurut Warih Andono, semua boleh mendaftar ketika ada penjaringan. Kader internal maupun dari luar. Namun, tetap saja bakal ada seleksi yang dilakukan oleh partai. Dibocorkannya, salah satu item yang bakal menjadi pertimbangan adalah latar belakang bakal calon.

"Melihat kondisi Sidoarjo yang merupakan basis Nahdliyin, tentu figur kader NU akan menjadi prioritas pertimbangan," sebutnya.

Ya, beberapa kali dikatakan Warih, dalam Pilkada Sidoarjo 2020 nanti Partai Golkar bakal mengusung calon bupati dan wakil bupati dari kalangan NU. Karena masyarakat Sidoarjo mayoritas adalah warga NU.

Dengan posisi hanya memiliki empat kursi di parlemen, Golkar Sidoarjo tentu sadar diri. Mereka tidak bisa berangkat sendiri, harus berkoalisi dengan partai untuk mencukupi batas minimal 10 kursi di dewan guna mengusung calon bupati dan wakil bupati.

Tentang itu, Warih menyatakan sejauh ini komunikasi dengan berbagai partai politik sedang intens dilakukan. Demikian halnya dengan tokoh-tokoh yang berpotensi maju ke kontestasi pemilihan bupati, juga beberapa kali dilakukan.

"Semua masih dinamis. Termasuk komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi maupun komunikasi dengan beberapa tokoh. Yang pasti, kami akan mencari calon terbaik untuk memimpin Sidoarjo kedepan," tukasnya. {jatim.tribunnews.com}

fokus berita : #Warih Andono #Sidoarjo #Partai Golkar #NU


Kategori Berita Golkar Lainnya