04 Oktober 2019

Berita Golkar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum politikus Melchias Mekeng, lantaran tiga kali mangkir dari panggilan penyidik KPK. Politikus Golkar itu sedianya diperiksa pada Jumat (4/10) ini sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan.

“Kami ingatkan agar tersangka dan saksi kooperatif memenuhi panggilan penyidik. Terutama karena beberapa kali jadwal pemeriksaan sebelumnya tidak datang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Baca Juga: Syukur Mulyono Ungkap Golkar Bakal Dukung Cellica Nurrachadiana di Pilkada Karawang 2020

Febri menuturkan, KPK pada hari ini kembali menjadwalkan pemanggilan Mekeng dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM dengan tersangka Samin Tan. Namun, Mekeng kembali mangkir dari panggilan penyidik.

“Melchias Marcus Mekeng dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka SMT pada Selasa, 8 Oktober 2019,” ujar Febri.

Mekeng diketahui sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik. Politikus Golkar itu bahkan telah diultimatum KPK untuk bersikap kooperatif dan segera datang ke gedung KPK. Mekeng merupakan salah satu saksi yang telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK.

Baca Juga: Anggota DPR Ramai-Ramai Bolos Sidang Pertama, Ceu Popong Sedih dan Nelangsa

Kasus suap pengurusan terminasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak. Samin sudah ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan Februari 2019. Samin Tan diduga menyuap Eni. Tujuan pemberian suap itu agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT telah diakuisisi PT BORN.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni yang saat itu menjadi anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

Dalam proses penyelesaian, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq, di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan, dan tenaga ahli Eni Maulani Saragih.

Baca Juga: Agun Gunandjar Yakin Capaian Pimpinan Baru MPR Bakal Lebih Maksimal

Pemberian pertama sebesar Rp 4 miliar dilakukan pada 1 Juni 2018, dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp 1 miliar. Total suap yang diterima Eni dari Samin Tan sebanyak Rp 5 miliar.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. {www.jawapos.com}

fokus berita : #Melchias Markus Mekeng #Eni Maulani Saragih #Samin Tan


Kategori Berita Golkar Lainnya