06 Oktober 2019

Berita Golkar - Memiliki enam kursi di DPRD Berau, sudah cukup menjadi tiket bagi Partai Golkar dan NasDem, mengantarkan kadernya maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Berau 2020.

Namun jika NasDem sudah memberikan tiketnya kepada Agus Tantomo, tiket dari Golkar masih belum bertuan. Sebab, belum ada kader partai berlambang pohon beringin tersebut, yang mendapat rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. 

Baca Juga: Bamsoet Melunak, Siapa Caketum Lawan Airlangga di Munas Golkar 2019?

Dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Berau Hadi Mustafa, pihaknya memang tidak berdiam diri dalam menatap pilkada tahun depan. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu instruksi DPP Golkar, mengenai tahapan pelaksanaan pemenangan Golkar di pesta demokrasi tahun depan.

“Yang jelas DPP sudah meminta semua kabupaten/kota yang mencukupi (jumlah kursi), agar bisa maju dan mencalonkan kadernya sendiri. Terlepas itu untuk calon bupati atau wakil bupati,” katanya, saat menghadiri pelantikan unsur pimpinan DPRD Berau, Jumat (4/10).

Sesuai instruksi DPP, pria yang akrab disapa Cak Mus ini memastikan Golkar akan mengusung kadernya. Cak Mus menyebut nama Seri Marawiyah, Syarifatul Syadiah, dan Dewi Sartika, tiga srikandi Golkar yang sudah dikait-kaitkan dengan Pilkada Berau 2020.

Baca Juga: Pilkada 2020, Golkar Lamsel Mulai Buka Penjaringan Cakada

 

“Informasi yang saya dengar di masyarakat juga, mereka saat ini rindu akan kepemimpinan Golkar. Makanya kami akan mengusung kader sendiri,” ucapnya. 

Mengenai pengambilan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon yang dilakukan Syarifatul di Partai Demokrat, Cak Mus tidak bisa menyalahkannya. Sebab, Syarifatul yang tak lain adalah istrinya sendiri, tidak pernah berinisiatif mengambil formulir di Demokrat. Namun ada pihak yang sengaja mengambilkannya. 

Baca Juga: Demer Pimpin Golkar Bali Rekonsiliasi Wayan Gunawan dan Dewa Nida

Meski begitu, apakah nanti Syarifatul akan mengembalikan formulir pendaftaran tersebut? Ditanya demikian, Cak Mus belum bisa memastikan dan menyebut politik adalah hal yang dinamis. “Saya belum bisa memastikan itu, karena waktunya juga masih panjang,” tuturnya.

“Tapi sebenarnya kalau dilihat dari posisi saya (Ketua DPD Golkar Berau) dan ibu (Wakil Ketua DPRD Berau), itu (pengambilan formulir) memang agak aneh,” sambungnya sembari tersenyum.

Yang pasti, Hadi menegaskan Golkar ingin menjadi pemenang dengan mengusung kadernya di pilkada mendatang. Dan untuk mewujudkannya, Golkar tetap membutuhkan dukungan partai lain dalam koalisi yang dibentuk, untuk memperkuat dan membangun sinergi.

“Maka lobi-lobi dengan partai lain saat ini juga terus berjalan,” katanya. {berau.prokal.co}

fokus berita : #Hadi Mustafa #Seri Marawiyah #Dewi Sartika


Kategori Berita Golkar Lainnya