08 Oktober 2019

Berita Golkar - Meski belum memulai proses penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk Pilkada Serentak 2020, Golkar jauh-jauh hari sudah menyiapkan dirinya.

Bahkan khusus di Bali, Golkar bisa jadi partai yang secara terbuka menyampaikan persiapan yang dilakukan, walaupun persiapan tersebut baru sebatas membangun komunikasi dengan figur-figur serta partai politik lainnya untuk membangun koalisi.

Terlepas dari proses yang sedang dilakukan, Golkar memastikan bahwa untuk menjadi calon dari partai berlambang beringin tersebut tidak menggunakan “mahar”. Hal ini ditegaskan Plt. Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih, Selasa (8/10).

Baca Juga: Nadjmi dan Iwansyah Maju di Pilkada Banjarbaru, Golkar Siap Lepas Salah Satunya

Politisi yang akrab disapa Demer ini menegaskan, Golkar merupakan partai terbuka dengan tema suara Golkar, suara rakyat. Sehingga, menurutnya, tidak pantas bila mahar dijadikan patokan untuk mendapatkan rekomendasi sebagai calon kepala daerah dari Golkar. Yang harusnya menjadi pijakan, adalah calon tersebut harus memiliki elektabilitas kuat. Bahkan, rekam jejaknya baik.

“Walaupun saya kenal secara pribadi, sebelum daftar (di Golkar), calon itu harus ikut persyaratan dan ketentuan di internal partai kami. Yang penting, calon tersebut punya kemampuan logistik. Meskipun nantinya ada dukungan dari partai, calon itu juga harus siap membiayai saksi,” tegasnya.

Sampai sejauh ini, dia mengakui, ada beberapa figur yang sedang merapat ke Golkar. Namun dia enggan mengungkap orangnya, karena pihaknya ingin mengikuti mekanisme yang berlaku di internal partai serta tahapan Pilkada. Terlebih lagi, petunjuk pelaksanaan atau juklak dari DPP juga belum turun.

Baca Juga: Eks Bupati Buleleng Wirata Sindhu Meninggal Dunia

Meski begitu, politisi yang juga anggota DPR RI ini juga memberikan semacam sinyal mengenai kriteria calon yang diinginkan Golkar Bali. Selain punya elektabilitas yang tinggi ditambah rekam jejak yang baik, calon dari Golkar juga harus bisa memperkuat dan membangun adat budaya di kalangan milenial.

Memperhatikan soal pembangunan infrastruktur, serta punya perhatian pada mutu pendidikan di wilayah yang hendak dipimpinnya. Selebihnya, dalam konteks koalisi, Golkar juga tidak terlalu memusingkan harus di posisi satu atau dua. Yang jelas, partainya siap berjuang bersama partai lain yang memiliki pandangan sama dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Namun bila bicara peta politik jelang Pilkada tahun depan, Golkar bisa mengusung calonnya sendiri tanpa harus berkoalisi pada beberapa daerah, yakni di Bangli dan Karangasem dengan perolehan kursi saat Pileg 2019 lalu sekitar 20 persen lebih. {baliexpress.jawapos.com}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih #Demer


Kategori Berita Golkar Lainnya