09 Oktober 2019

Berita Golkar - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah ditemani Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum menemui pengunjuk rasa mahasiswa di depan Pendopo Kabupaten Serang, Senin (8/10). Salah tuntutan mahasiswa yang bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pandeglang yang ke-493 itu soal pencemaran Sungai Ciujung dan Cidurian. 

Bupati Tatu yang datang untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa itu menyepakati dan menandatangani tuntutan dari mahasiswa yang dinilainya selaras dengan pembangun Pemkab Serang. 

Baca Juga: Doakan Indonesia, Perempuan Golkar Gandeng Bamsoet Gelar Doa, Dzikir dan Santunan

Tatu didepan mahasiswa berjanji akan segera menyelesaikan persoalan tercemarnya sungai Ciujung dan Cidurian. "Pencemaran sungai Ciujung dan Cidurian ini terus menerus ditindak oleh DLH Kabupaten Serang bahkan sudah ada perusahaan yang ditindak tegas," katanya.

Ditegaskan Tatu, persoalan lingkungan khususnya persoalan limbah di dua sungai terbesar di Kabupaten Serang ini tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Pemkab. 

"Untuk normalisasi Ciujung sudah dilakukan di Ciujung lama atau Kalimati mulai dibangun sepanjang 8 km untuk direvitalisasi dengan tujuan jadi sumber air bersih bagi tiga kecamatan. Untuk Cidurian sudah dilakukan pengajuan," ujarnya.

Baca Juga: Duet Jimmy Rimba Rogi-Altje Dondokambey, Ini Tanggapan Golkar Sulut

Selain normalisasi dua sungai tersebut, Tatu berjanji akan memeriksa kembali keberadaan pabrik termasuk pertambangan yang ada di Bojonegara dan Pulau Ampel. "Akibatnya keberadaan nelayan tidak bisa melaut karena ada pertambangan. Ini jadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Serang, kami sudah diskusi dengan nelayan langsung," tukasnya.

Dalam aksi demo memperingati HUT Kabupaten Serang ke-439 para mahasiswa menyampaikan 12 tuntutan dan semua tuntutan diterima oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. {www.rmolbanten.com}

fokus berita : #Ratu Tatu Chasanah #Bahrul Ulum


Kategori Berita Golkar Lainnya