09 Oktober 2019

Berita Golkar - Nama Ilham Habibie tengah menjadi sorotan, karena dianggap kredibel dan punya sejumlah prestasi. Anak pertama Presiden ke-3 RI, Alm Bacharuddin Jusuf Habibie disebut layak masuk menjadi menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Partai Golongan Karya ( Golkar) sebelumnya telah memasukan nama Ilham Habibie dari lima nama yang diusulkan untuk mengisi pos menteri kabinet Presiden Joko Widodo. Keputusan tersebut berdasarkan Pleno ke-XXI yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jln Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin (27/5/2019).

Ilham Habibie memiliki kecintaan yang sama dengan ayahnya dalam dunia penerbangan. Dia adalah lulusan sarjana penerbangan, melalui PT Regio Aviasi Industri. Ilham membidani Program Regio Prop, proyek pesawat komersial buatan dalam negeri yang merupakan pengembangan dari N-250.

Baca Juga: Bamsoet Ungkap Alasan Diundurnya Pelantikan Jokowi

Mewarisi kecerdasan orang tuanya, Ilham Habibie berusaha keras melaksanakan impian ayahnya agar Indonesia terus membuat pesawat terbang sendiri. Berbekal hal itu, Ilham bisa menduduki posisi Menteri Riset dan Teknologi, sama dengan jabatan BJ Habibie yang diangkat Presiden Soeharto pada tahun 1978.

Profil Ilham Habibie

Ilham Habibie memang berprofesi sebagai seorang pengusaha dan insinyur. Ilham Habibie lahir di Kota Aachen, Jerman, 16 Mei 1963. Ilham Habibie menikah dengan Insana Ilham Habibie dan kini sudah dikaruniai tiga orang anak.

Sejak SD, Ilham Habibie bersekolah di Jerman, tepatnya di Elementary School Windmuehlenweg, Hamburg, Jerman (1969-1973). Kemudian dilanjutkan High School Hochrad, Hamburg, Jerman (1973-1981). Di perguruan tinggi, Ilham Habibie memilih Fakultas Teknik Mesin di Technical University of Munich, Jerman (1981-1986).

Baca Juga: Jusuf Kalla Ungkap Jurang Si Kaya dan Si Miskin Makin Lebar di DKI Jakarta

Ilham Habibie melanjutkan pendidikan S2 di tempat yang sama hingga memperoleh predikat cum laude dan lulus pada tahun 1987. Untuk gelar doktor, Ilham Habibie masih menuntut ilmu di kampus yang sama dengan hasil summa cum laude pada 1994.

Meski sudah meraih gelar doktor di bidang teknik, Ilham Habibie masih melanjutkan untuk menuntut ilmu bisnis. Ilham Habibie mendapat gelar master of business administration (MBA) di Universitas Chicago pada 2003.

Ilham Habibie mengawali kariernya sebagai Presiden PT Dirgantara Indonesia (2002) dan juga menjadi Komisioner PT Asuransi Wuwungan (2002). Kemudian Ilham Habibie menjadi Presiden Direktur PT Global Group Asia (2003-2006).

Baca Juga: Wujudkan Pemerataan Pembangunan, Mahyudin Siap Perjuangkan Aspirasi Daerah Lewat DPD

Di tahun 2004, Ilham Habibie menjadi Komisioner PT Citra Tubindo, Tbk dan Pimpinan Mitra Energia Ltd. Di tahun 2005, ia melanjutkan kariernya menjadi Presiden Direktur PT Industri Mineral Indonesia, Presiden Direktur PT Ilthabi Bara Utama, dan PT Ilthabi Sentra Herbal.

Pada 2006, Ilham Habibie menjabat sebagai Komisioner PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, Komisioner PT Global Group Asia, dan Komisioner Sound Oil plc. Kini Ilham Habibie menjabat sebagai Komisaris PT Pollux Barelang Mega Superblok Meisterstadt Batam.

Dalam Konferensi Pers 'Meisterstadt Batam - Pollux Habibie International' yang dilaksanakan pada 5 Maret 2019 lalu, Ilham Habibie menjelaskan soal proyek gedung tertinggi di Indonesia itu. Melalui unggahan kanal YouTube Pollux Indonesia, 21 Maret 2019, Ilham Habibie menjelaskan bahwa pembangunan gedung itu adalah wasiat dari mendiang sang ibunda.

Sebelum meninggal dunia, Ainun Habibie membeli tanah di Batam dan bermimpi ingin mendirikan rumah sakit berkualitas bagus di sana. "Kalau kita lihat sejarah dari tanah ini memang dulu berapa puluh tahun yang lalu ibu saya, almarhumah ibu dokter Hasri Ainun Habibie membeli tanah ini."

Baca Juga: Buah Pemikiran Selama Jadi Dubes, Yuddy Chrisnandi Luncurkan Buku Dari Kyiv Menulis Indonesia

"Dengan maksud dan tujuan mengembangkan satu rumah sakit berkualitas untuk masyarakat Batam. Jadi tentu karena ini merupakan wasiat dari ibu, tidak boleh kita lupakan itu, memang akan ada satu rumah sakit berkualitas tinggi," imbuhnya.

Ilham Habibie juga menjelaskan nantinya di gedung itu akan ada rumah sakit berkualitas internasional yang berkiblat pada negara Jerman. 

Jokowi Minta Sabar Menunggu Pengumuman Menteri

Presiden terpilih Joko Widodo ( Jokowi) kembali angkat bicara soal calon menteri kabinetnya yang akan dipimpinnya bersama Wakil Presiden ( Wapres) terpilih Ma'ruf Amin. Jokowi sendiri mengaku sering ditanya soal siapa menteri yang akan dipilihnya, jelang penetapan tanggal 20 Oktober 2019.

Baca Juga: Agung Laksono Optimis Golkar Bakal Dapat 3-4 Kursi Menteri

Dalam instagram @jokowi, dia menegaskan bahwa penyusunan kabinet adalah kewenangan dan hak prerogatif Presiden. Jokowi pun meminta agar jangan ada yang ikut campur dalam penetapan menteri. Ia pun berharap masyarakat bersabar dan menunggu waktu yang pasti akan diumumkannya,

Begini penjelasan lengkap Jokowi yang ditulis di Instagramnya:

Pak, siapa sih nanti menteri-menterinya? Siapa jadi menteri A? Lalu, Pak/Ibu B masuk ke kabinet nggak?

Itulah pertanyaan yang datang kepada saya hari-hari ini. Tiap hari, menuju ke tanggal 20 Oktober. Yang ditanyakan itu-itu saja.

Pertama, saya sampaikan: harap bersabar. Tunggu waktunya pasti akan kita umumkan.

Kedua, seperti sering saya sampaikan: konstitusi kita mengatakan bahwa itu adalah hak prerogatif presiden. Jadi jangan ada yang ikut campur. Usul boleh. Bisik-bisik juga boleh. Tapi ya, sekali lagi, keputusan di tangan saya. Penyusunan kabinet adalah kewenangan Presiden. Hak prerogatif Presiden. {manado.tribunnews.com}

fokus berita : #Ilham Habibie #Joko Widodo


Kategori Berita Golkar Lainnya