09 Oktober 2019

Berita Golkar - Suara Ali Mochtar Ngabalin memang tak asing ditelinga seluruh rakyat indonesia. Setiap kali berbicara, orang langsung bisa menebak itu adalah suara Ali Mochtar Ngabalin. Mantan Politisi Partai Golkar ini, kini menjabat sebagai tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP). Ali Mochtar Ngabalin dikenal lantang membela mati-matian kebijakan Jokowi.

Dia pun mengklaim Jokowi selama ini tidak pernah menipu rakyat, apalagi bertindak zalim. "Saya harus menyampaikan tidak ada kezaliman yang dilakukan pemerintah ini, tidak ada kebohongan, tidak ada kemunafikan, tidak ada tipu menipu. Tapi kenapa difitnah?" jelas Ngabalin. 

Sebelum masuk istana, Ali Mochtar Ngabalin adalah sosok yang kerap mengkritisi pemerintahan Joko Widodo. Contohnya, saat Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi hanya pencitraan terkait penolakan pembelian mobil Mercy pada tahun 2014. Kini, Ali Mochtar Ngabalin menjabat sebagai tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP).

Baca Juga: Bamsoet Ungkap Alasan Diundurnya Pelantikan Jokowi

Politikus yang lahir pada 25 Desember 1968 itu bekerja di bawah Deputi IV KSP yang membidangi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. Tugasnya mengkomunikasikan segala pencapaian pemerintah. Adapun alasan Ali Mochtar Ngabalin bersedia masuk dalam jajaran pemerintaan karena ingin menjadi penyambung antara pemerintah dan ulama.

Lagi pula, ia menyebut tak ada yang abadi dalam politik. "Ya, politik itu kan sebetulnya dinamis. Saya pikir teman-teman di media tahu politik itu dinamis. Itulah khasanah politik yang membuat kita menjadi kaya," katanya.

Profil Ali Mochtar Ngabalin

Ali Mochtar Ngabalin adalah mantan anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009. Saat itu ia masih menjadi anggota dari Partai Bulan Bintang (PBB). Ia kemudian pindah ke Partai Golkar pada tahun 2010. Lalu memutuskan mengundurkan diri dari Partai Golkar pada 2018. Keputusan tersebut didasari Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-01/MBU/2004 melarang komisaris BUMN menjadi pengurus partai politik.

Baca Juga: Jusuf Kalla Ungkap Jurang Si Kaya dan Si Miskin Makin Lebar di DKI Jakarta

Ngabalin pernah menjadi anggota tim sukses (timses) pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pilpres 2014. Ali Mochtar Ngabalin merupakan lulusan pasca sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI). Setelah itu ia meraih gelar doktornya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Berikut rinciannya:

1. SD Inpres Fak-Fak (1980)

2. Madrasah Tsanawiyah Fak-Fak (1983)

3. Madrasah Aliyah Fak-Fak (1986)

4. Mualimin Muhammadiyah Makassar

5. IAIN Alauddin Makassar UP (1994)

6. PPS. Ilmu Komunikasi UI (2001)

7. Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (2013).

Baca Juga: Wujudkan Pemerataan Pembangunan, Mahyudin Siap Perjuangkan Aspirasi Daerah Lewat DPD

Dalam kariernya, Ali Mochtar Ngabalin diketahui sebagai mubaligh dan pimpinan pondok pesantren. Tak hanya itu, ia juga aktif mengajar sebagai dosen luar biasa di sebuah institut agama Islam. Selain jadi politisi, Ali juga sempat menjadi sebagai Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) serta menjabat direktur eksekutif di sejumlah lembaga nirlaba.

Ali Mochtar Ngabalin sudah menikah dengan seorang perempuan bernama Heny Muis Bakkidu. Dari pernikahan tersebut, ia sudah dikaruniai empat orang anak. {manado.tribunnews.com}

fokus berita : #Ali Mochtar Ngabalin


Kategori Berita Golkar Lainnya