10 Oktober 2019

Berita Golkar - Desakan melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar DIY yang dihembuskan Persaudaraan Pemuda Golkar (PPG) beberapa hari terakhir untuk melengserkan Ketua Umum DPD Partai Golkar DIY Haryadi Suyuti mendapat tanggapan. DPD Golkar DIY menilai desakan termasuk dukungan dari 4 DPD II Kabupaten/Kota Golkar di DIY hanya sebagai klaim politik semata. 

 , Wakil Ketua DPD Partai Golkar DIY Bidang Hukum dan HAM mengatakan roda organisasi di DPD Golkar DIY saat ini masih berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, Golkar DIY sudah merencanakan peringatan HUT ke-55 yang akan dipusatkan pada 20 Oktober mendatang. 

Baca Juga: Dipecat Dari Ketua Golkar Luwu, Loyalis Patahuddin Pilih Mundur Massal

“Saat ini DPD Golkar DIY masih berjalan normal, untuk HUT bahkan sudah disusun panitia dan rencana kerjanya. Kita gelar semaan Al Quran 30 Juz dari subuh hingga maghrib lalu tasyakuran dan doa lintas agama. Untuk masyarakat kita juga dropping air bersih pada warga terdampak kekeringan di Sleman Prambanan, Gunungkidul, Kulon Progo. Per kabupaten 5-6 tangki air. Minggu lalu sudah dilaksanakan di Prambanan,” ungkapnya pada wartawan di kantor DPD Partai Golkar DIY Rabu (9/10/2019). 

Terkait desakan Musdalub yang diklaim mendapat dukungan dari 4 DPD Kabupaten/Kota di DIY, Marzuki mengatakan hal tersebut tak serta-merta begitu saja bisa dijadikan acuan. Apalagi, siapa-siapa saja yang hadir dalam acara di kediaman Gandung Pardiman yang menjadi lokasi penyerahan permintaan Musdalub oleh PPG disebut tak bisa mewakili struktural partai. 

Baca Juga: Jusuf Kalla Ungkap Jurang Si Kaya dan Si Miskin Makin Lebar di DKI Jakarta

“Itu kemarin kan acaranya bukan kepartaian, tapi peresmian Koperasi Simpan Pinjam Hasta Karya. Kami juga sudah hubungi ketua-ketua di DPD II (kabupaten/kota) dan mereka masih tenang-tenang saja. Kalau ada yang bilang kabupaten kota setuju Musdalub kita belum tahu sama sekali saat ini. Mungkin klaim-klaiman saja kalau bahasa politiknya,” tandas dia. 

Permintaan Musdalub sendiri dinilai Marzuki hanya bisa dilakukan dalam kondisi tertentu dan membutuhkan mekanisme untuk pengajuan. Golkar DIY pun menurut Marzuki tetap akan menjalankan roda organisasi hingga digelarnya Musda setelah Musyawarah Nasional Desember mendatang. 

“DIY tidak punya alasan untuk meminta Musdalub. Ini tekanan, serangan menurut kami meski ada yang bilang pendapat anak muda harus diakomodasi,” pungkas dia. {krjogja.com}

fokus berita : #Marzuki Ars Simatupang


Kategori Berita Golkar Lainnya