11 Oktober 2019

Berita Golkar - Peristiwa penusukan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten, kemarin dinilai alarm buat masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, level seorang pejabat tinggi negara saja bisa kecolongan apalagi masyarakat level bawah.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan bahwa penusukan Wiranto itu juga memberikan pelajaran dan pengalaman yang berharga bagi situasi sosial politik kita. Peristiwa itu, kata Doli, menunjukkan betapa rentannya situasi keamanan saat ini.

Baca Juga: Bamsoet Minta Penusukan Wiranto Tidak Didramatisir Dan Dikaitkan Dengan Pelantikan Jokowi

"Itu alarm buat kita agar lebih waspada. Level seorang pejabat tinggi negara saja bisa kecolongan, apalagi masyarakat level bawah," ujar Doli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10/2019).

Dia mengatakan, Partai Golkar juga mengutuk keras segala bentuk kekerasan. Dia melanjutkan, siapapun dari latar belakang manapun dengan motif apapun, kekerasan sesuatu yang tidak bisa ditolerir. Apalagi, kata dia, agama manapun niscaya tidak ada yang mengajarkan kekerasan. Dia melanjutkan, manusia fitrahnya pastilah menginginkan kebaikan, keharmonisan, serta cinta damai.

Baca Juga: Happy Bone Zulkarnain Nilai Penusukan Wiranto Berdampak Negatif Pada Pertumbuhan Ekonomi

"Dalam kaitan itu, tentu kita semua sangat prihatin atas kejadian penyerangan terhadap Menko Polhukkam di Banten. Tentu kita meminta agar aparat penegak hukum dapat mengusut kejadian itu secara tuntas," kata pria yang juga menjabat Koordinator bidang Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar ini.

Dia menuturkan, kasus Penusukan Wiranto itu menjadi pekerjaan rumah (PR) besar buat aparat penegak hukum. "Kita juga berdoa agar Pak Wiranto cepat pulih kembali," pungkasnya. {nasional.sindonews.com}

 

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia Tanjung #Wiranto


Kategori Berita Golkar Lainnya