12 Oktober 2019

Berita Golkar - Ketua MPR Bambang Soesatyo menjenguk Menko Polhukam Wiranto, yang menjadi korban penusukan. Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini melihat, kondisi Wiranto sudah membaik.

"Kondisi Pak Wiranto setelah menjalani operasi sudah membaik. Saat ini beliau dalam proses recovery. Menurut keterangan dokter, Pak Wiranto mengalami pendarahan dalam dibagian perut akibat tusukan mengenai usus halusnya, sehingga mengeluarkan darah hingga sekitar 3,5 liter," sebut Bamsoet. 

"Mohon doa masyarakat agar kondisi beliau segera pulih dan bisa kembali menjalankan tugas kenegaraan," ujar Bamsoet lagi usai menjenguk Wiranto, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat malam (11/10).

Baca Juga: Bamsoet Tegaskan Amandemen UUD Takkan Ubah Sistem Pilpres

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, kejadian penusukan Wiranto sangat mengejutkan dan menjadi sorotan dunia internasional. Namun, Bamsoet berpesan masyarakat tak perlu takut. Aparat kepolisian sudah bertindak cepat sesuai ketentuan perundangan.

"Saya yakin aparat kepolisian mampu menyelesaikan kasus ini dengan baik dan cepat. Pelaku akan segera mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum. Di sisi lain, kejadian ini harus menjadi warning bagi aparat keamanan agar tidak terulang kembali. Tak hanya pejabat, semua warga negara harus mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam beraktifitas," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memandang, kejadian penusukan Wiranto harus semakin menguatkan ikatan persaudaraan sebangsa untuk bergandengan tangan melawan terorisme. Mengingat para teroris melancarkan aksinya tanpa pandang bulu, anak kecil, remaja, orang tua, ibu rumah tangga, pengusaha, sampai pejabat publik bisa menjadi serangan kebiadabannya.

Baca Juga: Puteri Komarudin Nilai Perpres 63 Langkah Pemerintah Lestarikan Bahasa Indonesia

"Melalui Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang disahkan DPR pada 2018, secara aturan hukum Indonesia sudah sangat progresif dalam menanggulangi serangan teroris. Polri dan TNI telah dibekali berbagai bekal untuk melindungi rakyat dari terorisme. Karenanya, apa yang terjadi pada Pak Wiranto tak boleh lagi menimpa rakyat Indonesia lainnya," tutur Bamsoet.

Terkait pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober mendatang, Bendahara Umum Partai Golkar 2014-2016 ini menjamin akan berlangsung aman. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri, TNi, BIN, Menteri Luar Negeri dan sejumlah pihak lainnya untuk memastikan pelantikan Presiden berjalan aman dan khidmat.

Baca Juga: Wiranto Ditusuk, Meutya Hafid Ingin Deradikalisasi Sasar Kelompok Milenial

"Saya jamin pelantikan berlangsung aman di dalam kawasan MPR. Saya berharap semua pihak bersama menjaga pelaksanaan pelatikan berjalan aman. Karena bila tidak, yang akan tercoreng nama baik Indonesia di dunia internasional dan akan berdampak buruk pula kepada kondisi ekonomi Indonesia," pungkas Bamsoet. {rmco.id}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet #Wiranto


Kategori Berita Golkar Lainnya