12 Oktober 2019

Berita Golkar - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan orang-orang yang mampu menjadi agen atau juru perdamaian yang mumpuni.

”Karena kemajemukannya, Indonesia sangat rentan dengan potensi-potensi konflik. Karena itu, bangsa ini memerlukan pribadi-pribadi yang dapat menjadi agen atau juru damai,” katanya saat bertemu dengan 28 penulis muda yang diselenggarakan Jenggala Center bersama dengan Kemenpora dan Indonesia Youth Forum (IYF) serta difasilitasi LP2I di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

JK menjelaskan, menjadi juru damai itu diawali dengan pikiran dan hati yang positif. Dengan demikian, kita akan tulus melihat perbedaan. Pada akhirnya, pihak-pihak yang akan dan telah berkonflik akan melihat ketulusan kita dalam mendorong perdamaian di Indonesia.

Baca Juga: Pesawatnya Dikawal 2 Jet Tempur F-16, Jusuf Kalla Merasa Bangga

Selain ketulusan, kata JK, anak muda Indonesia yang ingin berkontribusi pada perdamaian perlu memperkaya pengetahuan. JK menekankan, pengetahuan tentang sejarah dan aktor-aktor dalam konflik sangat perlu dipelajari.

“Sebelum mendamaikan konflik, seperti di Maluku misalnya, saya membaca banyak buku tentang budaya dan aktor-aktor di sana. Jadi ketika orang Islam bilang bahwa konflik hadirnya RMS adalah di Maluku bilang bahwa organisasi separatis itu ditungganggi kelompok non-Islam, saya sampaikan, RMS itu lahir di sebuah kota yang mayoritas Muslim dan empat menterinya adalah Muslim,” pesan JK.

Dengan pengetahuan yang luas dan punya ketulusan, kata JK, maka tidak gampang dikalahkan dalam proses mendamaikan sebuah perbedaan.

Baca Juga: Ali Mochtar Ngabalin, Sosok Bersuara Lantang Bela Kebijakan Jokowi

 

”Selain itu, kita juga harus memiliki keberanian. Di tempat manapun yang saya kunjungi (untuk mendamaikan konflik), saya putuskan untuk tidak membawa pengawal khususnya dari militer atau polisi. Karena kalau saya dikawal, berarti orang melihat saya ini penakut,” kisah orang nomor 2 di Indonesia tersebut.

Dalam pertemuan itu, JK juga berpesan kepada para pemuda Indonesia, khususnya kepada para penulis muda bahwa tulisan yang telah dibuat adalah poin penting yang harus diapresiasi. Karena, sebelum menulis, pastinya mereka banyak membaca referensi. Hal yang sudah baik itu perlu terus dikembangkan dan disebarkan ke pemuda-pemuda lainnya.

Ketua Jenggala Center Ibnu Munzir mengatakan, para penulis tersebut merupakan penulis 25 esai terbaik dari Sayembara Penulisan Esai bertemakan Perdamaian yang diselenggarakan Jenggala Center tahun lalu.

Baca Juga: Jusuf Kalla Ungkap Jurang Si Kaya dan Si Miskin Makin Lebar di DKI Jakarta

Dari ratusan esai yang masuk, terjaring 25 esai terbaik yang ditulis oleh 34 penulis muda di Indonesia, dimana beberapa tulisan ditulis oleh tim yang terdiri 2-3 orang. Ibnu Munzir yang juga pimpinan di Partai Golkar menyatakan dirinya kagum dengan tangan dingin Wapres. Selain konflik yang sifatnya sosial, JK berhasil menyelesaikan konflik politik khususnya yang terjadi di Partai Golkar beberapa tahun lalu.

“Ketulusan beliau dalam melihat bahwa perdamaian adalah kunci kesuksesan perlu diapresiasi. Sebab, Partai saya (Partai Golkar) berterima kasih banyak kepada beliau yang berhasil menyatukan perbedaan kami waktu itu. Ketulusan, keluasan wawasan dan keberanian beliau menjadi kunci, beliau sukses dalam menjadi juru damai,” tegas Ibnu.

Karena itu, imbuh Ibnu, bukan tidak mungkin upaya-upaya perdamaian yang telah dilakukan oleh JK kelak mendapat penghargaan di dunia internasional seperti Nobel Perdamaian.

Baca Juga: Ilham Habibie Digadang Jadi Menristek Dari Golkar, Ini Alasannya

Dalam kegiatan tersebut, JK mendapatkan penghargaan dari Indonesia Youth Forum (IYF). IYF merupakan organisasi pemuda Indonesia yang fokus mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kepemimpinan di kalangan pemuda Indonesia.

Founder sekaligus Ketua Pembina IYF Muhammd Abdul Idris memandang Indonesia yang multikultur akan terus memerlukan pengikat untuk menjaga persatuan dan perdamaian bangsa.

“Pengikat itu adalah kepemimpinan yang kuat dan kemampuan para pemimpin untuk menguatkan toleransi antar kelompok dan agama di Indonesia. Bapak Jusuf Kalla memiliki kedua elemen penting tersebut,” katanya.

Peran besar JK dalam perdamaian konflik-konflik di Indonesia perlu menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia untuk kelak menjadi pemimpin bangsa ini yang bekerja keras untuk menjaga perdamaian Indonesia. ”Karena itu, Indonesia Youth Forum memberikan penghargaan kepada Bapak Jusuf Kalla sebagai Bapak Inspirasi Perdamaian Dunia bagi Pemuda Indonesia,” ujar Idris. {sumsel.sindonews.com}

fokus berita : #Jusuf Kalla #Ibnu Munzir


Kategori Berita Golkar Lainnya