13 Oktober 2019

Berita Golkar - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyebut tak banyak partai politik yang bersikap tegas dan lebih sistematis melawan gerakan radikalisme dan terorisme.

“Selama ini, saya melihat hanya beberapa partai yang konsisten dan tegas melawan terorisme seperti, PDI Perjuangan, PKB, dan Partai Golkar," kata Boni dalam rilis tertulisnya, Minggu 13 Oktober 2019.

Pascapenusukan yang dialami Menko Polhukam, Wiranto beberapa waktu yang lalu, Boni menilai peran dari partai politik di Indonesia harus ditingkatkan untuk menghalau aksi terorisme dan radikalisme yang semakin berani.

Baca Juga: Bangga! Legislator Milenial Golkar Bicara Global Warming di Pasific Energy Summit

Menurut Boni, partai-partai politik selain ketiga partai yang disebut harus lebih serius berperan melawan gerakan radikalisme dan terorisme yang semakin membesar.

"Bagaimana caranya? Mulai dari rekrutmen calon kepala daerah dan calon anggota legislatif, harus dilakukan screening ideologi secara ketat supaya yang figur terpapar radikalisme tidak ikut masuk dan kemudian ikut menguasai ruang kekuasaan," kata Boni.

"Saya tidak bermaksud mencari siapa salah dalam peristiwa penyerangan terhadap Wiranto, tapi saat ini gerakan radikalisme sudah semakin membesar, sehingga perlu ada solusi secara sistematis untuk melawan radikalisme dan terorisme," sambungnya.

Baca Juga: Arteria Dahlan Ogah Minta Maaf Ke Emil Salim, Ini Tanggapan Ace Hasan

Boni juga mengingatkan untuk mengevaluasi protokol pengamanan VVIP terhadap pejabat negara, termasuk presiden dan wakil presiden. Menurut dia, di TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN), sudah ada aturan hukum yang baku untuk protap protokol pengamanan VVIP.

"Karena potensi ancaman yang makin dinamis, maka protapnya juga harus dinamis, terus dikembangkan dan disesuaikan dengan perubahan konteks ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan," kata Boni Hargens. {www.radarbangsa.com}

 

fokus berita : #Boni Hargens #Wiranto


Kategori Berita Golkar Lainnya