16 Oktober 2019

Berita Golkar - Didampingi Wakil Ketua DPD RI, Mahyunadi Kembalikan Berkas Pendaftaran ke Gerindra Kutim. Satu per satu tokoh politik di Kutai Timur menyerahkan berkas pendaftaran ke partai politik yang membuka penjaringan bakal calon bupati maupun Wakil Bupati untuk Pilkada Kutim 2020 mendatang.

Senin (14/10/2019), giliran mantan Ketua DPRD Kutai Timur yang sekarang duduk di kursi DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H Mahyunadi SE M Si. Didampingi Wakil Ketua DPD RI, yang juga kakak kandungnya, DR H Mahyudin ST MM, rombongan Mahyunadi, berjalan kaki dari rumah di Jalan Soekarno Hatta ke Sekretariat DPC Partai Gerindra.

Baca Juga: Profil Mahyudin, Putra Kebanggaan Kaltim Yang Jadi Wakil Ketua DPD RI 2019-2024

Untuk mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran sesuai persyaratan yang ditentukan. “Kehadiran kami di sekretariat ini, untuk mengembalikan formulir sebagai calon bupati Kutai Timur untuk diusung Partai Gerindra Kutim.

Ini bentuk keseriusan kami untuk berlaga di Pilkada Kutim 2020 mendatang. Sebelumnya pada 2014 lalu juga serius. Tapi saat ini, sangat serius. Semua mendampingi saya. Kakak, adik dan saudara-saudara saya,” ungkap Mahyunadi.

Bersama Gerindra, Mahyunadi ingin membuat Kutai Timur lebih baik lagi ke depan. Meski masa kepemimpinannya nanti hanya sekitar tiga tahun saja, jika nanti terpilih. Tak dipermasalahkan. “Tak masalah. Siapa bilang saya harus keluar modal besar.

Baca Juga: Masih Cari Pasangan, Neni Moerniaeni Kembalikan Formulir ke Gerindra Bontang

Hanya orang yang tidak percaya diri, orang yang tidak mempunyai investasi yang banyak di masyarakat, orang pembohong dan orang curang yang banyak keluar modal. Kalau saya, modal tetap keluar, tapi tidak sebanyak yang dipikir orang, paling Rp 3-5 miliar cukuplah,” ungkap Mahyunadi.

Begitu juga soal program yang harus dirampungkan dalam waktu lebih cepat dan sebagian mengganggap jadi kurang maksimal, langsung dibantah Mahyunadi.

“Siapa bilang tiga tahun tidak maksimal. Bagi saya, untuk masalah masa lalu, katakanlah kalau ada defisit sekarang, saya akan selesaikan total di tahun 2021. Begitu 2022 hingga 2024, pembangunan Kutai Timur kembali lancar seperti sebelumnya,” tegas Mahyunadi.

Sebelumnya, Mahyudin yang mendampingi sang adik, berharap keinginan berkolaborasi dengan DPC Gerindra Kutim kali ini bisa berjodoh. Melanjutkan komunikasi yang pernah terjalin dan bisa sama-sama menang.

Baca Juga: Ini 3 Poin Kesepakatan Antara Golkar dan Gerindra

“Kalau sekarang kita maju bersama Gerindra, kita percaya diri. Karena hubungan dekat sudah terjalin. Apa yang sudah baik dikerjakan pemerintah sekarang, harus lebih baik lagi ke depan. Walaupun saya berkarier di nasional, tapi saya tidak bisa lepas dari Kabupaten Kutai Timur begitu saja,” ungkap Mahyudin.

“Saya Wakil Bupati pertama di Kutim. Ketika ada yang tidak berjalan sesuai dengan harapan, saya terpanggil untuk ikut memperbaikinya,” lanjut Mahyudin.

Ia pun memastikan, keinginan sang adik untuk ikut Pilkada Kutim bukan sekadar ingin menang. Tapi lebih dari untuk memperbaiki dan membangun Kabupaten Kutai Timur dengan lebih baik lagi. Kedatangan rombongan Mahyunadi diterima Ketua Tim penjaringan DPC Gerindra Kutim, Sulaiman.

Ia berharap bisa maju bersama Gerindra. “Putra terbaik Kutai Timur. Tak diragukan lagi. Kalau saya memiliki kewenangan, langsung merekomendasikan ke DPD Gerindra Kaltim. Tentang siapa yang mendampingi, tentu yang cocok misi dan visinya ke depan dengan Mahyunadi,” ujarnya. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Mahyudin #Mahyunadi


Kategori Berita Golkar Lainnya