17 Oktober 2019

Berita Golkar - Jusuf Kalla (JK) membandingkan pengalamannya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia selama dua kali dengan dua presiden berbeda. Pria yang akrab disapa JK itu menuturkan pengalamannya menjadi wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo tak terlalu berbeda.

"Cuma ya semua pemimpin punya gaya pemimpin yang berbeda. Itu saja, tapi pada prinsipnya bekerja dengan baik, ikhlas menyelesaikan persoalan, mencari solusi dan juga tampil ketika ada masalah bersama presiden," kata JK dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (16/10).

Baca Juga: Terbalik! Jusuf Kalla Lebih Suka Bahan Pidatonya Dibaca Dulu Baru Ditulis

Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut menuturkan ada seni menjadi orang nomor dua di negeri ini. Ia bilang harus pintar-pintar mengatur posisi dengan presiden. JK tak setuju jika ada anggapan wapres hanya sekadar ban serep presiden. Menurutnya fungsi wapres untuk menopang kerja presiden.

Dia bilang menjadi wakil presiden harus siap membantu presiden kapanpun. Namun menjadi wapres juga harus rela untuk mengalah, ucap dia. "Wakil tuh harus tahu prinsip pokoknya. Satu langkah di belakang, dan satu tone lebih rendah suaranya," ujar JK.

Jauh sebelum menjadi wapres Jokowi, Jusuf Kalla malang melintang di dunia politik. Ia pernah menjadi Menteri Perdagangan dan Industri pada 1999. Lalu ia menjadi Menko Kesra pada 2001 hingga 2004.

Baca Juga: Mengenang Sosok Jusuf Kalla Yang Orisinil, Spontan dan Tak Berpura-pura

Dia pertama kali menjadi wakil presiden pada 2004. Ia maju bersama SBY, Ketua Umum Partai Demokrat. Namun pada periode berikutnya ia pecah kongsi dengan SBY dan memilih maju sebagai capres bersama Wiranto. Namun kalah dari pasangan SBY-Boediono.

Pada tahun 2014, JK kembali maju dalam pertarungan Pilpres. Dia menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo dan memenangkan Pilpres 2014. {cnnindonesia.com}

fokus berita : #Jusuf Kalla #Jokowi #SBY


Kategori Berita Golkar Lainnya