17 Oktober 2019

Berita Golkar - DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) meminta kursi wakil bupati Bekasi yang masih kosong untuk segera diisi. Sehingga, roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Bekasi lebih maksimal. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Jawa Barat, MQ Iswara.

”DPD Golkar Jabar berharap, agar kekosongan kursi wakil bupati Bekasi segera di isi. Ini sejalan dengan surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tanggal 7 Oktober 2019 lalu,” beber Iswara, Rabu (16/10/2019).

Bahkan kata dia, DPD Golkar Jabar akan segera mendorong, mengingat surat rekomendasi sudah telah diserahkan ke Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi. Lanjut Iswara, dua nama yang direkomendasikan oleh DPP Golkar, yaitu Tuti Nurcholifah Yasin dan Ahmad Marzuki.

Baca Juga: Buka Turnamen Bola Voli KNPI Cup III, Ini Pesan Andi Suhaimi Untuk Pemuda Labuhanbatu

”Kami akan dorong agar bupati segera memproses dua nama tersebut dan menyerahkan ke DPRD Kabupaten Bekasi,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai dua nama tersebut, apakah akan diganti atau tidak?, mengingat sebelumnya bupati Bekasi yang tak kunjung menyerahkan dua nama tersebut ke DPRD Kabupaten Bekasi.

”Rekomendasi itu dari DPP Golkar, yang merujuk pada surat DPD Golkar Jabar, dan hasil penjaringan yang dilakukan di DPD Golkar Kabupaten Bekasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menyampaikan, proses pemilihan wakil bupati masih belum bisa dilanjutkan, mengingat masih ada dua partai koalisi yang belum menyerahkan rekomendasi untuk dua nama sampai saat ini.

Baca Juga: Rahmat Effendi Gerah Bekasi Terus Disebut Sebagai Sarang Teroris

”Mengenai wakil bupati, sampai hari ini saya belum bisa saya usulkan ke DPRD, sebab rekomendasi dari partai pengusung belum lengkap,” beber Eka usai menghadiri pelantikan pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (10/10/2019) lalu.

Eka menjelaskan, sejauh ini baru ada dua partai yang sudah menyerahkan nama yang sudah direkomendasikan. Pertama Partai Golkar, dan kedua Partai Amanat Nasional (PAN). Tapi, untuk di Golkar, belum ada kesepakatan bersama, mengingat DPD Golkar Jawa Barat mengusulkan nama yang berbeda dengan DPD Golkar Kabupaten Bekasi.

”Dari DPP Golkar mengusulkan Tuti Nurcholifah Yasin dan Ahmad Marzuki, sementara DPD Golkar Jawa Barat, hanya mengusulkan nama Amin Fauzi. Ini menjadi sulit, karena harus ada dua nama yang diusulkan ke DPRD,” tuturnya.

Sehingga, untuk melanjutkan proses pemilihan wakil bupati, Eka menegaskan, harus menunggu rekomendasi dari dua partai koalisi lainnya, yaitu Nasdem dan Hanura. {bekasi.pojoksatu.id}

fokus berita : #MQ Iswara #Eka Supria Atmaja


Kategori Berita Golkar Lainnya