18 Oktober 2019

Berita Golkar - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid yang hadir dalam General Assembly atau Sidang Umum Dunia International Co-Operation Alliance (ICA) Asia Afrika di Kigali Rwanda, Afrika, menegaskan koperasi siap memberikan kontribusi untuk menciptakan keadilan sosial bagi dunia.

Dia mengaku, selama 5 hari -dari 13 sampai 17 Oktober- agenda utama pembahasan dalam ICA Board Meeting, fokus pembahasan mengenai strategi gerakan koperasi global untuk mengentaskan kemiskinan, ketimpangan sosial ekonomi, dan pemanasan global yang melahirkan perubahan iklim ekstrim di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Tantowi Yahya Sebut Dunia Tak Terpengaruh Kebohongan Pelanggaran HAM Papua

"Termasuk menetapkan strategi-strategi substansial mengenai kontribusi Koperasi di berbagai sektor ekonomi dan pembangunan," kata Nurdin Halid, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10/2019). Forum ICA juga merespons berbagai trend global seperti perkembangan teknologi, distrupsi dan perubahan iklim.

"Dalam hal ini, Sidang ICA melihat inovasi koperasi sangat diperlukan agar sintesis tentang identitas koperasi dengan enterpreneur yang berkelanjutan selalu melahirkan pendekatan/model koperasi lebih atraktif bekerja di banyak sektor," kata Nurdin Halid.

Untuk itu, dalam program aksinya, ICA merumuskan berbagai upaya pelibatan terus-menerus dalam kampanye koperasi di kalangan generasi muda. Menurut Nurdin Halid, keunggulan perusahaan koperasi yang memadukan profesionalisme bisnis dan kekuatan pemberdayaan sekaligus, semakin memperkuat keberadaan koperasi dalam menciptakan keadilan dan pemerataan dunia.

Baca Juga: Pimpin Delegasi DPR Ke IPU Ke-141, Aziz Syamsuddin Suarakan Penguatan Hukum Internasional

"Koperasi adalah sistem sekaligus alat paling tepat untuk menghadirkan keadilan sosial ekonomi di tengah dominasi Sistem Kapitalisme pasca runtuhnya Sistem Sosialisme akhir 1980-an," tegas Nurdin Halid. Salah satu program unggulan yang sedang berlangsung adalah global cooperative enterpreneur yang merekrut para duta koperasi (ambassador) dari berbagai negara.

Adapun strategi aksi yang lain, jelas Nurdin Halid yang juga mantan Vice President International Cooperative Alliance (ICA) Asia Pacific, adalah Go green campaign. Koperasi tidak saja merasa perlu mengkampanyekan kelestarian lingkungan, tetapi juga energi yang ramah dan berkelanjutan.

Baca Juga: Ditanya Suka Duka Jadi Menperin, Airlangga Beberkan Kinerja Panjang Lebar

"Jadi poin penting yang dipetik dari pertemuan ini adalah kesepakatan untuk membangun data base yang kuat dan dalam mengenai kerja-kerja prestasi koperasi di berbagai aspek kehidupan," ujarnya sembari menambahkan, ICA Asia Pacific ke depannya berencana membangun pusat riset koperasi di Teheran Iran.

Kegiatan ICA kali ini berlangsung selama lima hari itu, dihadiri lebih dari 1.000 pengurus ICA Asia Pasific dan Afrika dari 93 negara di dunia. "Pertemuan ini sangat penting karena berkaitan erat dengan transformasi dunia melalui penguatan ekonomi keluarga, ekonomi negara, dan pembangunan sosial ekonomi pedesaan secara berkelanjutan," pungkas Nurdin Halid. {ekbis.sindonews.com}

fokus berita : #Nurdin Halid,


Kategori Berita Golkar Lainnya