19 Oktober 2019

Berita Golkar - Makan di kaki lima sebagian pejabat menjadi hal yang manakutkan dengan berbagai alasan, khawatir tidak steril, memicu penyakit, pakai pengawet dan lain lain.

Namun tidak bagi anggota DPR RI dari Partai Golkar daerah pemilihan II Aceh, Ilham Pangestu, makan di kaki lima baginya tidak mengkhawatirkan, ini terlihat pasca usai melaksanakan kegiatan di gedung dewan, ia mengajak Ketua relawan sahabat Ilham Pangestu (SIP), Halid Ariga serta rekan rekan lainnya makan bakso yang berada disalah satu pinggir jalan di Jakarta.

Baca Juga: Nurdin Halid Tegaskan Koperasi Siap Kontribusi Ciptakan Keadilan Sosial di Dunia

Baginya, makan di kaki lima mempunyai kesan asik sendiri, sekalian membantu dagangan pedagang laris, disamping dapat mengetahui kondisi “masyarakat bawah” ini. “Keramaian hilir mudik warga melintas di kaki lima menambah suasana sensasi sendiri saat makan,” ujarnya.

Ia mengaku tidak takut dengan imeg aneh aneh makan makanan di pinggir jalan karena tubuh akan mendeteksi makanan yg tidak sehat, misalnya penyedap berlebihan kepalanya langsung terasa berdenyut. “Jika saya temukan seperti ini saat makan, saya hentikan terus makannya, sambil ngobrol sama pemilik dagangan dengan memberikan saran yang baik untuk kesehatan,” ujarnya.

Namun selama ini menurut Ketua DPD Golkar Langsa ini, makan di kaki lima, bakso, miso, sate, gorengan belum ada yang aneh aneh. Disamping itu, makan di kaki lima bagi pejabat juga menambah kepercayaan terhadap dagangan para pedagang kecil ini agar tambah laris. {acehsatu.com}

fokus berita : #Ilham Pangestu


Kategori Berita Golkar Lainnya