19 Oktober 2019

Berita Golkar - Penangkapan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah cacatan buruk bagi Medan. Tiga Wali Kota yang pernah menjabat sejak 2015 tersangkut kasus korupsi.

Tertangkapnya Dzulmi Eldin pada Selasa (15/10) dalam OTT KPK memantik reaksi dari mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Akbar Tanjung.

“Terus terang saya malu sebagai orang Medan, wali kota-nya terkena jaring OTT. Info tersebut saya dapat tadi pagi,“ kata mantan Ketua Umum Partai Golkar di sela-sela diskusi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Jakarta, Rabu (16/10) seperti dikutip dari Indopos.

Baca Juga: Jusuf Kalla, Sosok Wapres Terlama Indoneisa Yang Selalu Bawa Buku UUD 1945

Akbar mengaku heran para pejabat daerah baik gubernur, wali kota, bupati tidak kapok menyalahgunakan wewenang untuk melakukan tindak pidana korupsi. “Padahal sudah banyak pejabat yang ditangkap KPK, “ ujarnya.

Seperti diketahui, Dzulmi Eldin yang memiliki harta sebesar Rp20,3 miliar ditangkap bersama enam orang lainnya. OTT ini terkait dugaan setoran dari dinas-dinas di Kota Medan ke Eldin.

KPK juga mengamankan duit Rp200 juta dalam OTT ini. Selain Eldin, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka yaitu Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari, dan Syamsul Fitri Siregar selaku Kepala Bagian Protokoler Pemkot Medan.

Eldin ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur Jakarta, Isa di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, dan Syamsul di Rutan Kelas I Jakarta Pusat (Salemba). {www.jpnn.com}

fokus berita : #Akbar Tanjung #Tengku Dzulmi Eldin


Kategori Berita Golkar Lainnya