19 Oktober 2019

Berita Golkar - Lama mengenal Jusuf Kalla, mulai saat Jusuf Kalla masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar hingga menjadi Wakil Presiden era pemerintahan Jokowi. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan Jusuf Kalla merupakan sosok yang trengginas.

"Pak Jusuf Kalla itu sosok panutan yang trengginas," tutur Airlangga Hartarto saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).

Menperin juga mengatakan bahwa sosok Jusuf Kalla merupakan mentor yang banyak memberi terobosan-terobosan dengan solusi sederhana. Tagline bekerja Jusuf Kalla yakni lebih cepat, lebih baik terimplementasikan dengan baik saat menjabat sebagai wakil presiden periode 2014 - 2019.

Baca Juga: Jusuf Kalla, Sosok Wapres Terlama Indoneisa Yang Selalu Bawa Buku UUD 1945

"Beliau itu taglinenya lebih cepat lebih baik itu berjalan secara baik, baik dalam politik maupun pengambilan kebijakan," terangnya. Airlangga pun mengagumi keputusan yang diambil Jusuf Kalla pada saat krisis melanda pada tahun 2008 yang tidak menyetujui blanket guarantee.

Blanket guarantee adalah penjaminan 100 persen dana nasabah di bank. "Ini menurut saya sesuatu yang fenomenal. Bagi saya beliau adalah mentor, guru sekaligus menjadi sumber untuk mendapatkan knowledge dan informasi," ungkap Airlangga Hartarto.

Sosok Jusuf Kalla di mata Rudiantara

Menjelang akhir jabatan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden periode 2014 - 2019. Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara mengungkap kekagumannya kepada pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu. Rudiantara mengagumi Jusuf Kalla dalam cara berpikir lewat pengambilan keputusan-keputusan yang strategis.

Baca Juga: Kapolri Tito Karnavian Sebut Jusuf Kalla Living Legend

"Pengalaman, cara berpikir, cara mengambil keputusan dalam waktu yang pendek hal yang strategis dan beliau pasti akan menjadi straight man bagi Indonesia," tutur Rudiantara saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).

Menkominfo juga berharap Jusuf Kalla tetap memberikan pemikiran-pemikirannya bagi pemerintahan Jokowi - Maruf Amin selepas jabatannya nanti. "Mudah-mudahan beliau tetep masih memberi masukan bagi negara khususnya pemerintahan. Karena beliau memberikan warna dan akan memberikan warna Indonesia ke depan," ungkap Rudiantara.

Selain itu, Menkominfo juga menganggap bahwa sosok Jusuf Kalla merupakan pribadi yang cerdik dan smart yang mampu menjadi guru baginya.

Kata Kapolri terkait sosok Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan segera memasuki akhir jabatannya atau purna tugas pada 19 Oktober mendatang. Terkait hal itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menggelar acara tradisi pengantar purna tugas bagi orang nomor dua di Indonesia tersebut. 

Baca Juga: Bamsoet Dinilai Miliki Modal Utama Jadi Ketum Golkar

Tito mengatakan acara ini adalah wujud penghargaan dan penghormatan Korps Bhayangkara atas pengabdian JK selama menjabat. Ia pun menyinggung bahwa sosok JK kerap dikenal sebagai mediator dalam berbagai konflik. Tak hanya itu, Tito menilai JK sebagai pengusaha sukses yang bersih. 

"Beliau mediator dalam berbagai konflik. Beliau adalah pengusaha yang sukses, bukan pengusaha sukses biasa, tapi konglomerasi yang sukses dan bersih," ujar Tito, dalam sambutannya, di Auditorium PTIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu berkali-kali memuji suami dari Mufidah Jusuf Kalla tersebut. Baginya, profesionalisme JK membuat yang bersangkutan kerap dipercaya mengemban jabatan strategis sehingga karir politiknya pun terbilang sukses. 

Baca Juga: Sumbangsih Luar Biasa, Aburizal Bakrie Terima Penghargaan Bhakti Paramadina

"Beliau adalah birokrat yang sangat matang, pernah jadi Kabulog, Menko (Menteri Koordinator). Yang fenomenal, satu-satunya wakil presiden yang menjabat dua kali," kata dia. 

Lebih lanjut, jenderal bintang empat itu turut mencermati bahwa sosok JK sangatlah diterima di semua kalangan. Bahkan dari kalangan garis keras yang berseberangan pendapat pun tetap menerima JK.

"Beliau juga aktif dalam DMI, yang ngurus masjid di Indonesia. Jadi di mana saja diterima, NU kader, di Muhammadiyah beliau tokoh. Termasuk di kalangan garis keras, bisa diterima juga. Meskipun tidak harus satu pendapat," tandasnya. {www.tribunnews.com}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya