22 Oktober 2019

Berita Golkar - Bupati Batang Wihaji mengatakan, awal 2020 Kabupaten Batang ditargetkan sudah bebas dari Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan.

Untuk mewujudkan sebagai wilayah bebas ODF, kata Bupati, daerahnya masih kekurangan 34 ribu jamban. Hal tersebut karena di sejumlah wilayah Kecamatan belum ODF atau belum bebas buang air besar sembarangan.

“Perilaku hidup tidak sehat tersebut menjadi keprihatinan Pemkab, karena berdampak pada terjangkitnya wabah penyakit menular pada manusia,”kata Wihaji, saat menggelar pertemuan advokasi dengan Kepala Desa, di aula Kantor Bupati setempat, dalam rangka gerakan jamban sehat, Senin (21/10).

Baca Juga: Bupati Dodi Reza Bagikan 20 Ribu Kartu Tani di Muba, Ini Manfaatnya

Oleh karena itu, melalui kegiatan advokasi tersebut, Bupati menghendaki Batang bebas ODF di awal 2020. Agar gerakan jamban sehat segera terwujud, Bupati meminta anggaran Pemkab dan dana desa bisa dialokasikan untuk membantu membangun jamban bagi warganya yang belum mempunyai.

Wihaji juga mengungkapkan, dari penuturan salah satu kades, ada warganya yang tidak mau buang air besar di jamban, karena kebiasaan di sungai, maka (biar mau) harus dipaksa dengan aturan.

“Kita harus merubah pola pikir masyarakat dengan membuat aturan untuk sedikit memaksa demi kebaikan. Yakni dengan tidak boleh buang air besar di sungai, ini demi kesehatan dan bebas ODF bisa sukses," jelas Wihaji.

Baca Juga: Yod Mintaraga Desak Pemerintah Tutup Husein Sastranegara Sebagai Bandara Komersial

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Hidayat Basbhet mengatakan, di Kabupaten Batang angka stunting 25 persen yang penyebabnya salah satunya pola makan, pola asuh, gizi dan sanitasi.

“Ternyata sanitiasi salah satu penyebab stunting. Saya berharap kepala desa, puskesmas dan camat semua turut membangun jamban agar kita bebas ODF. Karena berpengaruh juga terhadap bebas diare, stunting, tipus dan hepatitis, sehingga semua penyakit bisa terhindar,”tegasnya.

Hidayah menambahkan, di Kabupaten Batang sudah 84 persen memiliki jamban, kurangnya 16 persen yang tersebar di 15 kecamatan. {www.suaramerdeka.com}

fokus berita : #Wihaji


Kategori Berita Golkar Lainnya