23 Oktober 2019

Berita Golkar - Anggota DPR Fraksi Golkar, Robert J Kardinal, meyakini kinerja sektor pertanian tetap bakal moncer di era Pemerintahan Jokowi (Jilid II). Keyakinan Robert ini setelah akhirnya Presiden Jokowi memutuskan mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, menjabat Menteri Pertanian untuk lima tahun ke depan. 

"Kalau Pak Syahrul itu seorang birokrat sekaligus politisi yang sempurna. Memang beliau belum pernah di legislatif. (Tapi) Dia Pernah jadi lurah, camat, dua periode jadi Bupati (Kabupaten Gowa), dua kali jadi Gubernur Sulsel. Apalagi yang kita mau ragukan dari beliau," kata Robert, Rabu (23/10).

Baca Juga: Meutya Hafid Ungkap 3 Pekerjaan Rumah Prabowo Sebagai Menhan Baru

Karena itu, Robert yakin Syahrul mampu meningkatkan kinerja sektor pertanian lebih baik dari periode sebelumya. Toh semasa menjabat Gubernur, Syahrul mampu mendongkrak produksi pangan di SUlawesi Selatan bahkan mampu mencapai swasembada pangan.

"Sektor pertanian di era dia menjabat Gubernur, Propinsi SUlsel bisa swasembada betul bahkan bisa surplus dan memasok pangan ke wilayah-wilayah lain yang membutuhkan. Saya yakin (Sektor Pertanian) bisa lebih bagus karena dia (Syahrul) sudah pernah melakukan dan itu berhasil," katanya.

Menurut Robert, semua hal yang dicapai Syahrul saat ini karena tidak lepas dari perjalanan dan kiprah politiknya di Golkar. Karena itu politisi asal Papua Barat ini yakin Syahrul bakal lebih profesional dalam menunjukkan performanya dan menjalankan tugas dari Jokowi untuk pembangunan di sektor pertanian. 

Baca Juga: Tugas Berat Agus Gumiwang Dorong Industri Berbasis Manufaktur

"Jadi pengalaman dia sudah luar biasa. Saya yakin dia profesional walau dia saat ini merupakan kader Nasdem. Tapi jangan lupa dia bisa profesional karena dia sekolahnya di Golkar. Ini sekaligus menunjukkan Golkar gudang kader," jelas Robert Kardinal. 

"Sekarang banyak kader Golkar dipake Nasdem, Hanura, termasuk PDIP seperti Pak Tjahjo (Tjahjo Kumolo), Pramono Anung , Daryatmo karena awalnya dari Golkar. Tentu ini kebanggaan juga buat Golkar. Kita apresiasi menteri-menteri yang dilantik di Jilid II ini. Programnya nanti seperti apa kita tunggu setelah Alat Kelengkapan Dewan seluruhnya terbentuk," tambah dia.

Syahrul sendiri sudah ancang-ancang kerja. Dia menargetkan, dalam 100 hari kerja ke depan akan memetakan data pertanian. Syahrul ingin dengan data yang valid, kebijakan yang diambil bisa lebih terarah dan terukur.

Baca Juga: Hetifah Harap Kabinet Indonesia Maju Bisa Wujudkan Mimpi Besar Bangsa Indonesia

“Jadi selama 1-3 bulan kedepan, saya akan menyelesaikan dahulu masalah pendataan. Dengan adanya data yang jelas, dapat diketahui gambaran pertanian setiap daerah. Data ini menjadi milik Kementerian Pertanian yang harus disepakati oleh semuanya. Tidak boleh kementerian lain punya data pertanian," kata Syahrul.

Data, kata Syahrul, menjadi sangat penting karena menyangkut kondisi pertanian saat ini. Apalagi ketahanan suatu negara ini ditentukan ketahanan pangan. Jika ketahanan pangan baik, maka negara tersebut keamanannya terjamin. “Indonesia ini kelebihannya ada pada pertanian karena menjadi soko guru. Jadi ketahanan pangan harus diwujudkan,” tegasnya.

Karena itu, Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini meminta agar semua pihak dapat bekerja secara fokus dan maksimal. “Keberhasilan ini datangnya bukan dari saya sebagai Menteri Pertanian, melainkan datang dari bawah lalu berakumulasi ke atas. Makanya kita harus bekerjasama untuk menyediakan pangan bagi 367 juta penduduk Indonesia," katanya. {rmco.id}

fokus berita : #Robert Kardinal #Syahrul Yasin Limpo


Kategori Berita Golkar Lainnya