24 Oktober 2019

Berita Golkar - Akbar Tanjung lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 14 Agustus 1945. Ia memiliki nama lengkap Djandji Akbar Zahiruddin Tandjung. Ia merupakan politikus Indonesia. Akbar Tanjung bukan nama baru di Indonesia.

Ia adalah politisi senior Partai Golongan Karya. Bahkan, Akbar Tanjung pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI. Ayah Akbar Tanjung merupakan seorang pengurus Muhammadiyah yang terjun ke dunia usaha.

Semasa muda, Akbar Tanjung mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Rakyat Muhammadiyah, Sorkam, Tapanuli Tengah. Kemudian ia pindah ke SD Nasrani di Jalan Seram, Medan. \

Menamatkan pendidikan dasar, Akbar Tanjung melanjutkan pendidikan ke SMP Perguruan Cikini Jakarta, kemudian SMA Kolase Kanisius Jakarta. Akbar Tanjung menempuh pendidikan tingginya di Universitas Indonesia (UI).

Baca Juga: Sri Mulyani Optimis Airlangga Hartarto Mampu Atasi Defisit Neraca Perdagangan

Kehidupan Pribadi

Akbar Tanjung menikah dengan Krisnina Maharani. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai empat orang anak perempuan. Keempat anak tersebut antara lain, Fitri Krisnawati, Karmia Krissanty, Triana Krisandini, dan Sekar Krisnauli.

Akbar Tanjung memiliki tiga saudara kandung, yaitu Nahar, Yanis, dan Usman. M Yanis Zahiruddin berkarier di PPP, setelah sebelumnya juga pernah di Nahdlatul Ulama ketika menjadi partai politik. Ia juga pernah duduk sebagai anggota DPR.

Sementara itu, Datuk Usman Zahiruddin Tanjung merupakan politisi Partai Nasional Indonesia, kemudian Partai Demokrasi Indonesia Nahar Zahiruddin memilih untuk meneruskan usaha ayahnya dan mendirikan NV Marisson.

Baca Juga: 70 Ribu Warga Masih Pakai Suket Karena Blanko e-KTP Langka, Walikota Bekasi Gemas

Organisasi

Semasa menjadi mahasiswa, Akbar Tanjung telah aktif di berbagai organisasi. Ia merupakan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Universitas Indonesia pada 1966. Selain itu, ia merupakan aktivis Laskar Ampera Arief Rahman Hakim.

Di tahun berikutnya, Akbar Tanjung menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indoensia. Akbar Tanjung aktif di Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Indonesia pada tahun 1968.

Selain organisasi intra kampus, Akbar Tanjung aktif pula di organisasi ekstra kampus. Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Bahkan, ia menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Jakarta pada 1969-1974.

Baca Juga: Jadi Menko Perekonomian, Ini Sederet Tugas Berat Airlangga Hartarto

Pada tahun 1972, ia mendirikan Forum Komunikasi Organisasi Mahasiswa Ekstra Universitas. Forum tersebut terdiri atas GMNI, GMKI, PMKRI, PMII, dan HMI, yang menggunakan nama Kelompok Cipayung. Akbar Tanjung menjadi Pengurus Besar HMI pada 1972-1974.

Akbar Tanjung juga turut mendirikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI).

Karier

Akbar Tanjung menjadi anggota FKP DPR RI pada periode 1977-1988. Kala itu ia mewakili Provinsi Jawa Timur. Pada rentang 1982-1983, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris FKP DPR RI. Kariernya terus meningkat.

Baca Juga: Meutya Hafid Ungkap 3 Pekerjaan Rumah Prabowo Sebagai Menhan Baru

Ia menjabat sebagai Sekretaris FKP MPR pada 1987-1992 dan 1992-1997. Akbar Tanjung juga bertugas sebagai anggota Badan Pekerja MPR RI. Selama kurun waktu 80-an hingga 90-an, ia juga pernah menjabat sebagai menteri.

Setelah masa reformasi, Akbar Tanjung terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 1998-2004. Ia juga terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 199-2004. {video.tribunnews.com}

fokus berita : #Akbar Tanjung,


Kategori Berita Golkar Lainnya