24 Oktober 2019

Berita Golkar - Nama-nama menteri dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju telah diumumkan dan dilantik, Rabu (23/10/2019) oleh Presiden Joko Widodo.

Disamping hingar-bingar tentang siapa saja tokoh yang ditunjuk, ada satu nama yang tak kalah hangat jadi perbincangan publik, terutama di media sosial (medsos). Ya, nama itu adalah Susi Pudjiastuti.

Nama tersebut semakin santer diperbincangkan karena Susi tak lagi masuk dalam jajaran menteri Jokowi. Banyak orang yang beramai-ramai mengungkapkan penilaian terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu, termasuk anggota DPR RI Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Zainudin Amali Akhiri Tradisi Menpora Berkumis, Ini Komentar Lucu Warganet

Bagi Dedi, Susi merupakan legenda di sektor kelautan Indonesia. Penampilannya berbeda dengan kebanyakan perempuan kelas menengah yang selalu menjaga tampilan dan ucapan sebagai bentuk tata krama dan adab di tengah masyarakat.

Susi pun muncul dengan kontroversi, bertato, merokok, dan bicara apa adanya. Secara tidak langsung itu sebagai wakil atau cerminan lain perempuan sederhana dan apa adanya yang lahir dari budaya pantai.

"Sebuah sikap terbuka dan berani karena setiap hari hidupnya berkutat melawan tingginya ombak," ujar Dedi, Rabu (23/10/2019).

Baca Juga: Hetifah Harap Kabinet Indonesia Maju Bisa Wujudkan Mimpi Besar Bangsa Indonesia

Dalam tulisannya lima tahun lalu, Dedi menyebut Susi sebagai Nyi Ratu Kidul. Yakni sosok perempuan cantik penguasa laut. Akan tetapi karena narasi di Indonesia yang salah kaprah, sosok itu sering diidentikkan dengan cerita mistis perempuan kejam yang banyak memakan korban.

"Padahal kekejamannya, bukan karena kebenciannya. Akan tetapi, kekejaman itu terjadi sebagai akibat dari kaum laki-laki yang tidak menjaga etika dan cenderung mengikuti hawa nafsunya," kata Dedi.

Selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi banyak menenggelamkan kapal. Tetapi, kata Dedi, bukan karena wanita asal Pangandaran itu kejam.

Baginya, Susi seperti penjaga laut yang menenggelamkan kapal sebagai simbol dari nafsu serakah para pencuri ikan, yang mengambil sesuatu yang bukan haknya. Semestinya ikan itu bermanfaat untuk kepentingan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Tugas Berat Agus Gumiwang Dorong Industri Berbasis Manufaktur

"Susi juga sosok yang selalu berpikir tentang masa depan. Laut bukan kepentingan hari ini yang harus diambil dari yang kecil sampai yang besar. Akan tetapi laut adalah amanah yang harus dijaga demi kepentingan anak cucu di masa mendatang," ujar Dedi.

Sehingga, kata Dedi, seluruh kebijakan Susi pasti bertentangan dengan mereka yang berkepentingan dan berpikir bahwa Indonesia hanya untuk hari ini.

"Kini nama Ibu Susi menghiasi tagar yang ditulis seluruh netizen. Nama Ibu Susi seperti cerita mistis Nyi Ratu Kidul yang menyelimutinya. Akan tetapi, semua orang merindukannya," kata Dedi. {jateng.tribunnews.com}

fokus berita : #Dedi Mulyadi #Susi Pudjiastuti


Kategori Berita Golkar Lainnya