28 Oktober 2019

Berita Golkar - Hari Sumpah Pemuda kerap disambut aneka rupa, warna, dan makna. Ade Puspitasari, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Kota Bekasi ini pun punya makna semangat Hari Sumpah Pemuda. Utamanya, untuk anak muda Kota Bekasi.

Anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini punya versi sendiri.  Menurutnya,  setidaknya ada 9 enaknya anak muda Kota Bekasi zaman now. Berikut 5 enakanya anak muda Kota Bekasi zaman now versi Ade Puspitasari:

1. Bangga Jadi Anak Bekasi

Dibanding 10 tahun ke belakang, masih banyak anak muda Kota Bekasi belum begitu bangga sebagai anak Bekasi. Puncaknya, Bekasi dirisak (bulying) di media sosial.

Baca Juga: Ditempatkan Golkar Di Komisi I DPR, Nurul Arifin Antusias

Bullying Kota Bekasi saat itu dilakukan anak daerah lain dalam aneka meme,  nyinyiran, hingga berbau SARA. Banyak yang mengindentikan Bekasi seperti planet sendiri karena dianggap jauh kotanya.

Tapi kini, Bekasi sudah membuktinya jika kota ini patut dibanggakan karena akses menuju kota ini akan semakin mudah. Apalagi kelak ada MRT, tiga jalan tol anyar, dan sebagainya.

2. Jarang Ada Tawuran

Di Bekasi jarang terdengar tawuran pemuda. Salah satunya karena anak-anak muda Bekasi punya banyak aktivitas positif dan kian sedikitnya pengangguran.

Remaja yang terlibat perkelahian biasanya kurang mampu melakukan adaptasi pada situasi lingkungan yang kompleks. Kompleks di sini berarti adanya keanekaragaman pandangan, budaya, tingkat ekonomi, dan semua rangsang dari lingkungan yang makin lama makin beragam dan banyak.

Baca Juga: Penyerapan Anggaran Daerah Rendah, Dedi Mulyadi Usul Sederhanakan Lelang Proyek

Banyak anak muda Kota Bekasi kian memahami memahami bahwa semua permasalahan tidak akan selesai jika penyelesaiannya dengan menggunakan kekerasan.

3.  Banyak Pusat Perbelanjaan dan Tonggkrongan

Pusat perbelqnjaaan dan tempat tongkrongan yang bermunculan di Bekasi berdampak positif. Sebab, anak-anak muda bisa bersosialisasi dan berinteraksi ala anak muda.

Mereka bisa berbaur tanpa perlu lagi harus ke Jakarta hanya untuk mendapatkan tempat nongkrong yang asyik. Dibanding 10 tahun ke belakang, kini kian menjamur tempat ngopi,  kuliner, atau kafe yang nyaman untuk anak muda.

Jumlah pusat perbelanjaan atau mall di Kota Bekasi juga nyaris sama dengan yang ada di Kota Bandung.

Baca Juga: Kisruh Berlarut-larut, Golkar Rohul Bakal Ditinggal Kader dan Pemilih?

4. Komunitas Positif Bermunculan

Banyak bermunculan komunitas anak muda sesuai seleranya. Ada komunitas pecinta hewan, olahraga, sosial, atau keagamanaan. Setidaknya ada 50 komunitas anak mua di Kota Bekasi sehingga mereka tak perlu lagi bersosialisasi dengan komunitas di Jakarta.

5. Ada Beasiswa untuk Mahasiswa

Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas pendidikan menganggarkan dana beasiswa untuk mahasiswa ber-KTP Kota Bekasi di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Dana bantuan keuangan itu akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa penerima beasiswa. Saat ini memang diprioritasnya untuk mahasiswa dari kalangan tidak mampu. ‘’Semua itu karena fokusnya jajaran pemerintah Kota Bekasi selama periode walikotanya Rahmat Effendi dalam memajukan kota ini,’’ kata Ade Puspitasari.

Ade juga menerangkan sedang berjuang bersama rekan-rekanya di DPRD Provinsi Jawa Barat untuk meggratiskan SPP bagi siswa-siswa SMK dan SMA negeri maupun swasta. ‘’Mohon doanya saja agar siswa SMA di Kota Bekasi tak perlu lagi bayar SPP,’’ kata Ade. {bekasi.pojoksatu.id}

fokus berita : #Ade Puspitasari


Kategori Berita Golkar Lainnya