30 Oktober 2019

Berita Golkar - Sepekan, sejak Kabinet Indonesia Maju, dilantik Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, banyak tanggapan beragam dari masyarakat. Salah satu sosok yang paling banyak dibincangkan adalah Nadiem Makarim. Pasalnya, mantan CEO Gojek tersebut diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Tanggapan kepada menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju, juga datang dari para wakil rakyat di Senayan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang membidangi pendidikan, mengaku optimistis kepada Nadiem yang baru berusia 35 tahun.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan, keberhasilan Nadiem mendirikan start-up, adalah pengalaman yang tak dapat dikesampingkan.

Baca Juga: Masuk Komisi XI DPR, Putri Komarudin Siap Berantas Rentenir dan Fintech Bodong

 

”Pengalaman Nadiem mendirikan start-up dari nol hingga menjadi dekakorn, begitu signifikan mengubah kehidupan masyarakat Indonesia. Hal itu membuktikan, bahwa Nadiem adalah orang yang memiliki kompetensi, mulai dari tahap perencanaan strategi, eksekusi ide, hingga evaluasi,” ujar Hetifah, Selasa (29/10/2019).

Hetifah yang juga menjabat sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini berpesan kepada Nadiem, untuk lebih banyak belajar. Terutama terkait birokrasi, dan seluk-beluk keadaan pendidikan di Indonesia. Semua itu dapat dipelajarinya seiring berjalannya waktu.

Nadiem juga diminta mengikuti arahan ke presiden agar lebih sering turun ke lapangan. Mendengar aspirasi masyarakat, dan saran para ahli, juga terutama guru-guru di Indonesia, ihwal dunia pendidikan. ”Terpenting mau banyak belajar, dan mendengar. Baik pendapat para ahli maupun aspirasi dari masyarakat dan praktisi pendidikan,” tambahnya.

Baca Juga: Duduk Di Komisi VIII, Muhammad Fauzi Senang Bisa Urus Masalah Agama dan Sosial

Politikus perempuan lulusan School of Politic and International Studies, Flimders, University, Adelaide, Australia ini cukup mengapresiasi sikap Nadiem saat berkeliling kantor Kemendikbud, dan berkenalan dengan para pegawai di sana. Kalimat Nadiem yang mengatakan akan menjadi murid, adalah sikap rendah hati dari seorang pemuda berkeinginan untuk terus belajar.

Meski demikian, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur ini menegaskan, bahwa menjadi menteri, akan sangat berbeda dengan memimpin sebuah perusahaan swasta. ”Mungkin ada hal-hal yang bisa dilakukan dengan cepat di start-up. Namun tidak begitu di pemerintahan.” papar politikus Golkar ini.

Baca Juga: Ridwan Hisyam Ungkap Siklus 20 Tahunan Perubahan Indonesia Digagas Pemuda

Namun, perempuan berusia 55 tahun itu menekankan, sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem tidak perlu mengubah sikap, dan sifat baik yang dimilikinya. Bahkan, diharapkan budaya efisiensi sistem kerja, juga dapat diterapkan ke dalam Kemendikbud.

Meski begitu, harus diperhatikan bagaimana disrupsi ini, dapat diterima dengan baik oleh pihak-pihak terkait. ”Seluruh ASN harus dirangkul. Dipimpin dengan hati,” pungkas Hetifah. {indopos.co.id}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian #Nadiem Makarim


Kategori Berita Golkar Lainnya