30 Oktober 2019

Berita Golkar - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menilai anggaran sebesar Rp73,7 miliar yang diajukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020 untuk membangun jalur sepeda, sebuah penghamburan uang rakyat.

"Tolong itu dikaji ulang. Yang pasti itu ngambur-ngamburin uang rakyat. Kedua, kita lagi defisit anggaran, kalau enggak itu dipakai untuk bantu orang miskin," kata Basri, Rabu (30/10/2019).

Menurut dia, manfaat dari keberadaan jalur sepeda itu hanya akan dirasakan oleh kalangan masyarakat menengah ke atas. Sehingga, sangat disayangkan anggaran sebesar itu, tapi tak bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan warga Ibu Kota.

 

Baca Juga: Misbakhun Tak Setuju Cukai Rokok Naik Hingga 23 Persen Tahun Depan, Ini Alasannya

"Menurut Golkar jalur sepeda itu lebih kepada menengah ke atas. Lebih banyak ke menengah ke atas. Kita belum tahu seefektif apa jalur sepeda itu bisa membantu mengurangi polusi dan kemacetan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub DKI Jakarta Syfrin Liputo mengatakan, anggaran tersebut diusulkan melalui nomenklatur pemeliharan prasarana rekayasa lalu lintas Dishub tahun 2020. Kenaikan anggaran itu untuk pemeliharaan prasarana lalu lintas, penambahan jalur sepeda sepanjang 49 kilometer.

"Itu ada kenaikan karena kita akan tambah marka jalan dan pembatas fisik disepanjang 49 kilometer itu," kata dia di Jakarta Selasa 29 Oktober 2019. {megapolitan.okezone.com}

fokus berita : #Basri Baco #Syfrin Liputo


Kategori Berita Golkar Lainnya