31 Oktober 2019

Berita Golkar - Ketua Fraksi Golkar Kota Bekasi, Daryanto menyebut biaya yang dikeluarkan untuk Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) pada periode Juli-September 2019 turun drastis.

Jika pada periode Januari-Juni 2019 total yang harus dibayarkan sebesar Rp103,733 miliar dengan jumlah pasien 121.441 pasien, pada periode Juli-September 2019 turun menjadi Rp19,407 miliar dengan jumlah pasien sebesar 27.702.

Data  ini menurutnya dikumpulkan dari jumlah jumlah pasien pengguna KS-NIK yang berobat di 58 rumah sakit swasta dan RSUD Kota Bekasi. “Jika dilihat dari data, berarti ada penurunan jumlah klaim yang harus dibayarkan Pemkot Bekasi ke Rumah Sakit. Artinya, kita bisa menghemat anggaran hingga Rp84 miliar lebih,” ujar Daryanto, Kamis (30/10/2019).

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen, Ini Tanggapan Ketua DPRD Maros

Menurutnya, perhitungan biaya yang dikeluarkan untuk KS-NIK hanya berdasarkan jumlah orang yang sakit saja. Sehingga, jika tidak ada warga yang sakit maka anggaran yang sudah ditetapkan masih tetap aman.

Dia menambahkan, biaya yang dikeluarkan untuk membayar pasien pengguna KS-NIK di rumah sakit yang telah bekerjasama dengan pemerintah tentu melalui tahap verifikasi terlebih dahulu. Dasar perhitungan biayanya menggunakan sistem tarif standard INA-CBG’s (Indonesia case base Groups).

“Karena itu kalau terjadi mark up berkaitan pembayaran pasien pengguna KS-NIK rasanya sulit terjadi, karena dasar perhitungannya juga menggunakan standard tarif INA-CBG’s (Indonesia case base Groups),” katanya. {www.reviewbekasi.com}

fokus berita : #Daryanto


Kategori Berita Golkar Lainnya