01 November 2019

Berita Golkar - Salah satu rumah yang digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap jabatan dan proyek di Pemerintah Kota Medan yang menyeret Wali kota Medan, Dzulmi Eldin adalah rumah Akbar Himawan Buchori.

Rumah kediaman anggota DPRD Sumut yang berada di kawasan Jalan DI Panjaitan tersebut digeledah KPK pada hari Kamis (31/10). Namun hingga malam hari, politisi partai Golkar itu belum dapat dimintai keterangan terkait penggeledahan yang dilakukan di rumah kediamannya.

Redaksi telah melakukan upaya konfirmasi dengan menghubungi selulernya. Termasuk mengirimkan permohonan konfirmasi dan ijin meminta komentar melalui Short Message Service (SMS) dan WhatsApp (WA). Namun Akbar Himawan Buchori tidak menjawab.

Baca Juga: Sambangi Airlangga, Rusli Habibie Bahas Gorontalo Outer Ring Road Hingga KEK Pariwisata

Untuk diketahui, pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Dzulmi Eldin, nama Akbar Himawan Buchori disebut-sebut ikut tertangkap. Namun Akbar Himawan Buchori membantah berita miring tersebut.

Akbar mengaku saat peristiwa OTT yang dilakukan pada Dzulmi Eldin sedang berada diluar negeri untuk melakukan pengobatan. Bahkan akibat berita miring tersebut, pengusaha muda itu mengatakan membatalkan rencana operasi yang semestinya harus dijalaninya.

Namun, Akbar Himawan Buchori mengaku bahwa dia memang memiliki kedekatan dengan Dzulmi Eldin. Dia menganggap Wali kota Medan tersebut sebagai ayahnya. Sering diajak berdiskusi dan membahas berbagai hal. {www.gatra.com}

fokus berita : #Akbar Himawan Bukhori #Dzulmi Edin


Kategori Berita Golkar Lainnya