01 November 2019

Berita Golkar - Koalisi partai politik pada Pemilihan Gubernur Kalsel 2015 lalu masih terlalu rapuh untuk dipegang. Partai Gerindra yang kala itu satu koalisi bersama Golkar, PPP, PDIP, PKS, Hanura dan PAN mengusung Sahbirin Noor - Rudy Resnawan, secara mengejutkan memberikan sinyal dukungan kepada Denny Indrayana sebagai penantangnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin blak-blakan mengatakan, partainya memberikan dukungan kepada Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu berlaga di Pilgub 2020 mendatang sebagai bakal calon gubernur Kalsel.

Menurutnya, publik Kalsel perlu mengapresiasi pilihan Denny yang ingin kembali berkiprah di kampung halaman. Bahkan, pengusaha batubara ini juga sudah menyampaikan keinginan Denny tersebut kepada Ketua DPP Gerindra Prabowo Subianto pada malam sebelum dia dilantik menjadi Menteri Pertahanan.

Baca Juga: Robert Kardinal Minta Pemekaran Papua Bukan Sekedar Ajang Bagi-Bagi Jabatan

“Alhamdulillah dia mau pulang kampung. Gerindra menyambut baik keinginan ini dan akan kami dukung,” ujar Abidin usai menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel di Sekretariat DPD Gerindra Kalsel kemarin.

Pertemuan empat mata antara Denny dengan Abidin rupanya cukup intens. Abidin mengungkapkan, di sebuah rumah makan di bilangan Jalan Ahmad Yani Banjarmasin, bulan lalu, dia juga membahas pencalonan gubernur dan wakil gubernur Kalsel dengan Denny. “Semoga Denny didukung pula partai lain dan semua elemen masyarakat,” ucapnya. 

Mengusung Denny menjadi bakal calon gubernur, tentu Gerindra masih perlu sokongan partai politik lain di DPRD Kalsel. Saat ini, Gerindra memiliki delapan kursi dewan. Untuk memenuhi syarat 20 persen Kursi DPRD Kalsel atau 11 kursi, Gerindra butuh tambahan tiga kursi lagi.

Baca Juga: Tak Paham Mekanisme Pembahasan APBD, Ashraf Ali Sebut PSI Bisa Sesatkan Rakyat

Melihat penjajakan yang dilakukan Denny saat ini, peluang tersebut sangat lebar. Denny sudah mendekati Partai NasDem yang memiliki 4 kursi, Demokrat 3 kursi dan PKS yang memiliki 5 kursi. Peluang besar ada di kursi Demokrat, maklum Denny cukup dekat dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yang satu koalisi dengan Gerindra saat Pilpres lalu.

Denny pula yang turut menjadi pengacara Prabowo Subianto lalu saat gugatan Pilpres di MK saat itu. “Saya tegaskan, tak hanya mengambil formulir, hari ini (kemarin) Denny sudah resmi ikut didukung partai Gerindra Kalsel,” tegasnya. 

Soal koalisi dengan parpol lain, Abidin menegaskan jika Denny menemui jalan buntu melakukan konsolidasi, Gerindra akan turut melakukan konsolidasi demi mencukupinya syarat mengusung bakal calon. “Permohonan akan diproses dan menunggu SK DPP. Tinggal keputusan DPP,” tandasnya.

Baca Juga: Maju Wabup Karimun, Raja Baktiar Klaim Kantongi 70 Persen Dukungan Internal Golkar

Diberi sinyal oleh Gerindra, Denny tak jemawa. Dia mengucapkan terimakasih diberi kepercayaan, termasuk menyampaikan kepada Ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto. Denny sendiri menerima pandangan Abidin yang merekomendasikan wakil gubernur. Siapa dia? “Tunggu saja, proses politik sedang berjalan. Nanti akan disampaikan ke publik,” ujar Denny.

Soal koalisi partai untuk mencukupi syarat, Denny mengapresiasi Gerindra yang mau turut berkomunikasi dengan parpol lain. “Kalau sudah Pak Abidin turun, Insya Allah jalan terbuka,” selorohnya.

Terpisah, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel, Supian HK tak terkejut jika Gerindra tak lagi satu koalisi dengan Golkar pada Pilgub 2020 mendatang. Menurutnya, dalam berdemokrasi sudah biasa terjadi hal seperti ini.

Baca Juga: Bupati Aptripel Tumimomor Dipecat Dari Posisi Ketua Golkar Morowali Utara

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kalsel ini mengaku tak gentar jika Golkar tak bersama Gerindra lagi seperti Pilgub 2015 lalu. Saat ini, Golkar yang sudah menetapkan Sahbirin Noor maju lagi menjadi bakal calon gubernur, sudah memiliki rekan koalisi parpol. Sebut saja, PDI Perjuangan, PKB, dan PPP.

Tanpa koalisi pun Golkar yang memiliki 12 kursi DPRD Kalsel, sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon sendiri. “Kalau ada partai lain memilih calon lain, itu hal biasa dalam demokrasi. Kami menghargai. Dan semua diserahkan kepada masyarakat,” ucap Supian kemarin.

Meski Gerindra pada pemilu lalu begitu moncer, namun dirinya tetap optimis mesin parpol Golkar dan rekan koalisi akan mampu melawan, bahkan memenangkan Pilgub 2020 mendatang. “Kami sebetulnya tak mengharapkan pecah kongsi. Tapi kalau terjadi kami tak gentar,” ujarnya. {kalsel.prokal.co}

fokus berita : #Sahbirin Noor #Supian HK #Denny Indrayana


Kategori Berita Golkar Lainnya