01 November 2019

Berita Golkar - Anggota DPR RI, Dyah Roro Esti terus mengampanyekan gerakan tanpa botol plastik di Gedung DPR RI. Ia pernah mengusulkan agar setiap rapat tidak disediakan air minum dalam kemasan berbahan plastik. Hasilnya, pada rapat paripurna 29 Oktober lalu, tidak ada lagi botol plastik.

"Saya melihat sudah ada kemajuan karena di Rapat Paripurna DPR RI sebelumnya masih menggunakan botol plastik. Sekarang, sudah tidak lagi. Maka saya berharap nanti ke depannya di ruangan lain juga mengimplementasikan hal yang sama," kata Esti saat dihubungi, Jumat (1/11).

Baca Juga: Bamsoet Harap Saat Reshuffle Jokowi Bakal Tambah Menteri Perempuan Dari 5 Jadi 8

Esti berpendapat, Indonesia adalah negara penghasil limbah plastik terbesar ke-2 di dunia setelah Cina. Setiap individu masyarakat Indonesia menyumbang sekitar 0,8 sampai 1 kg sampah plastik per tahun. Untuk itu, Ia mengajak masyarakat agar mengurangi penggunaan kemasan berbahan baku plastik sedini mungkin.

"Saya ingin mengajak kita semua untuk mengubah gaya hidup kita masing-masing untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. [Selain itu] untuk merealisasikan Indonesia emas tahun 2045. Kalau tidak sekarang, kapan? Kalau bukan kita, siapa lagi?," ujar politikus Partai Golkar itu.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Pesimis Indonesia Bisa Juara Umum SEA Games 2019

Esti menambahkan, agar gerakan tanpa botol plastik di DPR RI bisa berjalan optimal, ia berharap Sekretariat Jendral (Setjen) DPR RI bisa mengeluarkan suatu peraturan yang melarang penyediaan botol plastik. Menurutnya, dengan regulasi itu, lingkungan DPR bisa bebas dari plastik.

"Saya kira ini langkah awal untuk memberikan contoh kepada masyarakat. Sampai sekarang, saya selalu membawa tumbler sendiri. Ini [sebagai] salah salah satu cara saya juga untuk mengajak teman lainnya, ya walaupun susah," imbuhnya. {www.gatra.com}

fokus berita : #Dyah Roro Esti Widya Putri,


Kategori Berita Golkar Lainnya