02 November 2019

Berita Golkar - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah membantah menerima uang dari terdakwa korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan untuk kepentingan Pilkada Serang 2010 lalu. Nama Tatu ikut disebut dalam sidang dakwaan Wawan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Kamis (31/10) lalu.

Di dalam dakwaan setebal 366 halam tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) KPK menyebut Wawan turut mengalirkan duit hasil perbuatan korupsinya sebesar Rp4,5 miliar untuk Ratu Tatu Chasanah, yang tidak lain adalah saudara kandung Wawan. 

Baca Juga: Tak Paham Mekanisme Pembahasan APBD, Ashraf Ali Sebut PSI Bisa Sesatkan Rakyat

"Terdakwa diduga Membiayai Ratu Tatu Chasanah untuk pilkada daerah Kabupaten Serang sebesar Rp4.540.108.000,00 dengan maksud menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana yaitu terdakwa mengetahui atau patut menduga bahwa harta kekayaannya yang ditempatkan ke dalam penyedia jasa keuangan, membayarkan atau membelanjakan serta melakukan perbuatan lain terhadap harta kekayaannya tersebut bermaksud untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga oleh terdakwa berasal dari tindak pidana korupsi yaitu bersama Ratu Atut Chosiyah," demikian isi surat dakwaan yang dibacakan oleh JPU.

Baca Juga: Bupati Aptripel Tumimomor Dipecat Dari Posisi Ketua Golkar Morowali Utara

Lalu, bagaimana isi bantahan Tatu?

Ditemui media pada Jumat (1/11), Tatu membantah menerima duit korupsi dari Wawan senilai Rp4,54 miliar seperti yang ditulis di dalam dakwaan jaksa KPK. Dalam pilkada 2010, Tatu bisa menang dan berpasangan dengan calon Bupati Serang ketika itu Ahmad Taufik Nuriman. Berdasarkan hasil penghitungan suara di aula Setda Kabupaten Serang Nuriman-Tatu menerima 55,10 persen suara. 

Sementara, lawan politiknya Andi Sujadi - Sukeni memperoleh 32,16 persen suara. Sisanya, RA Syahbandar - Jahidi Sadiran mendapat 12,74 suara. "Saya tidak menerima (uang dari Wawan Rp4,54 miliar) bapak," kata Tatu kepada media kemarin. 

Ketika dikonfirmasi, Tatu mengaku belum dimintai keterangan oleh penyidik KPK terkait dengan dugaan aliran dana senilai Rp4,54 miliar dari Wawan untuk Pilkada Bupati tahun 2010 lalu. "Enggak tahu yah, ya gak tahu ditanya ke ini (KPK) saja. Saya belum dapat panggilan (KPK)," kata Tatu.

Baca Juga: Maju Wabup Karimun, Raja Baktiar Klaim Kantongi 70 Persen Dukungan Internal Golkar

Di dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa pada Kamis kemarin, selain diduga mengalirkan duit untuk Ratu Tatu, Wawan juga disebut memberikan uang untuk kepentingan memenangkan Pilkada kakanya, Ratu Atut dan istrinya, Airin Rachmi.

Airin disebut menerima duit senilai Rp2,9 miliar agar menang di pilwalkot Tangerang Selatan pada 2010 lalu. Sedangkan, duit untuk Ratu Atut diketahui sebesar Rp3,8 miliar. Pemaparan jaksa pada sidang Kamis kemarin terkait dengan dua dakwaan Wawan. 

Pertama, ia diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dan kedua, korupsi pengadaan alat kedokteran. Ada dua pengadaan alat kedokteran yang menguntungkan bagi Wawan, yakni pembelian alat kedokteran di Provinsi Banten yang membuat pundi-pundinya bertambah hingga Rp50 miliar. Kemudian, korupsi alat kesehatan di Tangerang yang menerima keuntungan Rp7,9 miliar.

Baca Juga: Rahmat Effendi Ancam Copot Camat dan Lurah Yang Kepergok Kutip Pungli

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut Wawan bisa mendapatkan keuntungan yang banyak lantaran sudah cawe-cawe sejak awal proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-P TA 2012. Wawan sendiri adalah komisaris utama PT Balipasific Pragama yakni perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.

Ratu Atut yang sempat menjabat sebagai Gubernur Provinsi Banten pada 2007 - 2015 kemudian melibatkan Wawan dalam proses pembuatan anggaran terkait dinas kesehatan.

Atut bahkan secara spesifik meminta loyalitas Kepala Dinas Kesehatan Banten, Djaja Buddy Suhardja agar setiap proses pengusulan anggaran maupun pelaksanaan proyek-proyek yang ada pada dinas kesehatan Banten dikoordinasikan dengan Wawan. {banten.idntimes.com}

fokus berita : #Ratu Tatu Chasanah #Tubagus Chaeri Wardana


Kategori Berita Golkar Lainnya