03 November 2019

Berita Golkar - Kesenian tutunggulan menjadi salah satu bagian pertunjukan seni dalam acara Ruwat Jagat Mapag Hujan yang digelar di Kampung Sukadaya, Desa Situsari, Kecamatan Dawuan, Subang, Minggu (3/11/2019). Puluhan ibu-ibu terlihat antusias menampilkan kesenian yang sudah jarang ditemukan ini. Penampilan ibu-ibu menjadi pusat perhatian masyarakat dalam acara tersebut.

Semangat ibu-ibu ini rupanya juga dilihat oleh Dedi Mulyadi. Mengingat pertunjukan itu dilaksanakan di kampung halaman anggota DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu. Karenanya, Dedi kemudian berencana menyelenggarakan festival 1000 lisung tutunggulan tahun depan.

Baca Juga: Muhamad Fauzi Ingin Hilangkan Dikotomi Parpol dan Profesional di Kabinet Jokowi

“Acara Ruwat Jagat Mapag Hujan yang digelar tahun ini merupakan acara pertama, nantinya akan menjadi event tahunan. Dan tahun depan kita akan gelar festival 1000 lisung tutunggulan,” ujar Dedi disambut antusias warga.

Salah seorang pelopor yang membangkitkan lagi seni Tutunggulan di daerah Dawuan adalah Yuli Merdekawati. Dirinya membina grup Tutunggulan Sekar Kedaton bersama ibu-ibu kampung Wangunreja, desa Rawalele. Ibu-ibu ini sudah mulai sering tampil dalam berbagai kegiatan. Yuli menyambut baik rencana kang Dedi Mulyadi yang akan menggelar festival 1000 tutunggulan ini.

Baca Juga: Menperin Agus Revitalisasi Industri Manufaktur Agar Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional

“Ide kang Dedi sangat baik, namun sebelumnya untuk menuju ke sana, bagus kalau lebih dulu kita gebyarkan kembali termasuk juga oleh bidang kebudayaan Disdikbud. Dan itu sudah dimulai oleh mak Sulung bersama ibu-ibu dari Wangunreja dengan grup tutunggulan Sekar Kedaton,” ungkapnya.

Menurut Yuli kesenian yang lahir dari budaya agraris ini mengandung filosofi yang baik, bukan hanya kesenian warisan leluhur tapi juga menggambarkan sikap gotong-royong. {www.mediajabar.com}

fokus berita : #Dedi Muyadi #Yuli Merdekawati


Kategori Berita Golkar Lainnya