03 November 2019

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga tak sependapat dengan Wasekjen Partai Golkar, Maman Abdurrahman, yang menyebut kontestasi Musyawarah Nasional (Munas) Golkar ibarat suasana jelang sabung ayam. 

"Masa Munas Golkar dianalogikan dengan sabung ayam, keliru itu alias malas mikir hanya karena kecewa Airlangga tidak mulus melenggang sendiri ke arena Munas," kata Andi dalam rilis kepada wartawan, Minggu (3/11).

Menurut Andi, pernyataan Maman itu seperti mengkambing-hitamkan makna kesatuan dan persatuan partai. Menurut dia, narasi Maman yang menginginkan adanya kontestasi yang positif dan konstruktif disampaikan dengan tidak benar, karena dari pernyataan Maman itu sendiri menunjukkan keberpihakannya kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto (calon incumbent).

Baca Juga: Suhu Politik Internal Golkar Memanas Jelang Munas, Istana Diprediksi Main Aman

"Maman menginginkan persatuan, tapi narasi yang dibangunnya justru membelah dan telanjang mempertontonkan keberpihakannya pada Airlangga," ucap Andi.

Menurut dia, sabung ayam adalah arena perjudian, ayam yang kalah akan dipotong. Sementara, dalam politik, kekalahan adalah hal biasa. Maka, pernyataan Maman yang menganalogikan Munas Golkar seperti sabung ayam itu keliru.

"Sabung ayam itu kalau ayam sudah kalah, maka ayam itu nggak bisa diadu lagi. Dipotong habis, tapi dalam politik orang kalah dalam satu pertandingan, tidak harus mati dipotong, orang masih bisa bertarung terus sepanjang mau dan mampu, makanya ada adagium: dalam perang orang cuma mati sekali, tapi dalam politik orang bisa mati berkali-kali," tegas Andi.

Baca Juga: Friksi Internal Makin Keras, Agun Gunandjar Takut Banyak Kader Golkar Pindah Partai Pasca Munas

Menurut dia, persatuan Golkar modal dasarnya adalah kebersamaan sesuai bunyi pasal 19 AD/ART Partai Golkar. Wujud kebersamaan itu, kata Andi, terlihat dari adanya rapat-rapat berjenjang.

Sementara, menurut Andi, Maman lupa bahwa modal untuk bersatu itu ada syaratnya. Pertama, pemimpin harus memberi contoh yang baik, berlaku adil, menjadi figur pemersatu, dapat diakses dan ditemui dengan mudah bagi semua kader Golkar. "Bukan menutup diri eksklusif dan manampakkan diri pilih-pilih orang di sekitar," tegas Andi.

Yang kedua, lanjut Andi, untuk bisa bersatu itu diperlukan mutual undestanding, mutual trust, give and take each other, bukan maunya sendiri. "Ketiga, untuk bersatu itu (power) sharing, tak ada persatuan tanpa (power) sharing, menejemen terbuka, jangan bisik-bisik ngelola organisasi politik sebesar Golkar," jelasnya.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Yakin Bamsoet Kader Golkar Sejati Yang Ogah Jadi Ayam Aduan

Untuk itu, Andi menyampaikan pesan kepada Maman atas pernyataannya yang menurut Andi sangat keliru dan bias terhadap makna dari kata persatuan dan kesatuan. "Khusus untuk kata-kata Maman kambing hitam dalam tulisan pernyataan Maman, saya kembalikan juga ya, jangan kambing hitamkan kata pesatuan demi status quo kekuasaan," pungkas Andi.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Golkar Maman Abdurrahman menyampaikan kritikannya terkait pola jelang Munas Golkar seperti arena sabung ayam. Karean, kedua belah pihak baik Bamsoet maupun Airlangga sama-sama melempar narasi kampanye yang negatif dan saling menjatuhkan. Dan itu hanya menguntungkan pihak luar, dan merugikan keluarga besar Golkar sendiri.

Baca Juga: Dukungan Hampir 100 Persen, Aziz Syamsuddin Yakin Airlangga Terpilih Aklamasi

"Keadaan ini hampir sekali mirip seperti arena pertarungan sabung ayam di mana para penonton berteriak teriak, tertawa, ada yang marah, ada yang mabuk, ada juga sang bandar yang pegang uang taruhan," sebut Maman Abdurrahman. 

"Bahkan tidak sedikit juga para wanita wanita nakal yang menawarkan dirinya, bahkan banyak juga yang berteriak hajar dan pateni. Betul betul jauh sekali dari suasana positif dan kondusif yang kita harapkan," ujar anggota Fraksi Golkar di DPR itu. {kumparan.com}

fokus berita : #Andi Sinulingga #Maman Abdurrahman


Kategori Berita Golkar Lainnya